August 17, 2018

Nirton Consulting, Gabungkan Kemampuan MI5 dan FBI

Ilustrasi (Foto: Istimewa)


Ilustrasi (Foto: Istimewa)

INTELIJEN.co.id – Nirton Consulting mampu mengungkap kecurangan yang dilakukan perusahaan terkait perpajakan maupun perbankan dengan memberikan data yang asli. Kemampuan ini didapat karena perusahaan detektif swasta ini harus menjalin kerjasama yang lama dengan pihak terkait.

Di tengah kesibukan mengurusi bisnisnya, Manajer Direktur Nirton Consulting Arief TM Parhusip menyempatkan menemui INTELIJEN. Pagi itu, Arief, begitu ia biasa disapa sedang menghadiri seminar ekonomi di Hotel Borobudur.

Saat INTELIJEN duduk di luar ruangan acara seminar, tiba-tiba pria tinggi tegap menyapa sambil mengulurkan tangan.

“Saya Arief,” sapanya.

Tidak lama kemudian bergabung pemuda dengan perawakan tidak terlalu tinggi. Arief pun memperkenalkan Seliarta Tally, pemuda tersebut, yang ternyata koordinator agen lapangan.

Seli, panggilan Seliarta mewanti-wanti INTELIJEN tidak mengambil foto dirinya, karena ia khawatir diketahui banyak orang, termasuk seseorang yang sedang ia awasi.

Sambil terdengar sayup-sayup lagu era 80-an di ruangan sebelah, dan dinginnya AC ruangan, Arief banyak menceritakan bisnis yang dijalaninya. Obrolan begitu hidup karena Arif maupun Seli saling menjawab berbagai pertanyaan yang INTELIJEN ajukan.

Arief bercerita sejarah maupun unit bisnis yang ia tekuni. Pria yang baru menyelesaikan pascasarjana dari universitas swasta di Jakarta ini pada awalnya bekerja sebagai manajer marketing.

Dari pengalamannya itu, ia pun berpikir mendirikan bisnis yang berhubungan dengan penyelidikan terutama persaingan bisnis.

“Semua bisnis itu menerapkan ilmu intelijen misalnya melihat pesaing maupun menyelidiki teknik yang digunakan dalam berbisnis,” ungkapnya.

Usahanya kemudian diberi Nirton Consulting. Nirton sendiri kepanjangan dari navigates (melayani), intelligence (kecerdasan), react (reaksi), trust, 0 (zero) dan noble (kemuliaan).

Jasa yang ditawarkan antara lain melakukan investigasi, melihat latarbelakang perusahaan atau rekan bisnis yang akan diajak kerjasama dan mengawasi secara rahasia

Arief menuturkan bisnis yang dijalaninya ada landasan ilmunya seperti manajemen resiko, audit forensik dan mencari bukti serta tidak melanggar hukum.

“Kami tidak ingin melakukan pekerjaan yang ilegal,” katanya.

Sebelum klien meminta menyelesaikan kasus yang dihadapi, Nirton Consulting meminta data terlebih dahulu.

“Kebanyakan data yang diberikan kurang lengkap dan Nirton harus mencari informasi lebih dalam,” sergah Arief.

Walaupun ada beberapa hal yang bersifat rahasia, kepada INTELIJEN kedua pemuda itu banyak menceritakan pengalaman maupun teknik yang digunakan dalam menyelesaikan persoalan klien.

Manajemen Resiko

Kata Arief, pernah suatu ketika Nirton diminta bantuan untuk menangani manajemen resiko di sebuah perusahaan, ia sendiri “menggelengkan kepala” karena manajemen perusahaan tersebut belum mampu menerapkan manajemen resiko secara benar.

Ia melihat kegagalan itu terjadi lantaran hanya kalangan top managemen yang sudah menjalankan manajemen risiko. Level junior managemen biasanya masih bersemangat karena usia yang masih muda, peluang karir yang masih besar, dan bekal pendidikan yang masih segar.

“Masalahnya, para personel di level middle management cenderung malas-malasan. Ini jelas fatal,” ungkap Arief.

Seli pun menambahi, ibarat tim sepak bola, walaupun pemain belakangnya sekelas Franz Beckenbauer dan semua pemain depannya selevel Pele, tim itu tetap akan mendapat masalah besar jika para  pemain tengahnya dipasok oleh PSSI.

“Dan itulah yang sering terjadi di semua perusahaan di Indonesia, ketika sebagian personel yang posisinya cukup menentukan merasa sudah tahu banyak, enggan menerima perubahan, apalagi menerapkan manajemen risiko,” ungkap Seli.

Sebagaimana seorang akademisi Arief banyak memberikan contoh terkait manajemen resiko, misalnya perusahaan sepatu yang mengalami kebakaran salah satu pabriknya. Kerugian langsung dari peristiwa tersebut adalah kerugian finansial akibat aset yang terbakar

Namun kata Arief, akibat kebakaran ini menimbulkan kerugian tidak langsung seperti tidak bisa beroperasinya perusahaan selama beberapa bulan. Akibat lainnya barangkali adalah macetnya pembayaran utang kepada kreditor dan suppliers yang akhirnya akan menurunkan kredibilitas dan hubungan baik perusahaan dengan para business partners tersebut.

Menurut Pria keturunan Medan ini, manajemen risiko yang efektif juga mengurangi kemungkinan financial distress, yaitu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang serius untuk memenuhi kewajibannya, baik bunga maupun pokok pinjaman.

Lajut Arief, perusahaan sepatu di atas tidak melakukan asuransi terhadap potensi kebakaran pabrik, perusahaan harus membangun kembali pabrik beserta aset di dalamnya dengan dana yang diusahakannya sendiri.

Seli pun menimpali apabila kas perusahaan ternyata tidak cukup untuk itu, perusahaan terpaksa harus meminjam dari lembaga keuangan seperti bank.

“Pinjaman yang bertambah meningkatkan potensi financial distress oleh karena itu, manajemen risiko yang efektif dapat mengurangi kemungkinan ini,” ungkapnya

Beberapa kali, Nirton Consulting mendapat klien dari perusahaan yang sedang mengalami masalah keuangan misalnya terjadi kecurangan atau korupsi.

“Untuk mengatasi semua persoalan itu, kita menggunakan audit investigasi,” kata Arif.

Menurut Arif, tujuan audit forensik, untuk membuktikan adanya praktek kecurangan (fraud) yang terjadi di suatu unit organisasi, baik perusahaan, pemerintahan ataupun lembaga non-profit.

Audit Forensik

Seli menimpali bahwa bukti audit yang diperoleh dalam audit forensik harus dapat memenuhi aspek legal, artinya memiliki kekuatan hukum apabila diperlukan untuk sidang di pengadilan.

“Selama ini data bukti yang diperoleh auditor sebagian belum memenuhi aspek legal, sehingga dalam sidang Pengadilan mengandung beberapa kelemahan dan sulit dipakai untuk menyeret para pelaku tindak kecurangan (fraud) maupun korupsi,” ungkap Seli.  

Terkait perolehan data di lapangan pihak Nirton Consulting mempunyai jaringan di berbagai lembaga terkait, misalnya, perbankan, perpajakan, kejaksaan dan kepolisian.

“Kerja kami tidak melebihi kewenangan pihak-pihak terkait tapi justru membantu,” seraya mengingkatkan kembali.  

Suatu ketika Nirton Consulting pernah mendapat klien yang meminta data penggelapan pajak yang dilakukan pesaing bisnisnya. “Walaupun data ini bersifat rahasia, pihaknya mendapatkan data tersebut,” kata Seli.  

Pihak Nirton mendapatkan data tersebut bukan dari mencuri tapi jaringan yang selama ini sudah lama dibangun. Bahkan data-data dari perbankan misalnya piutang yang dilakukan sebuah perusahaan.

Nirton juga punya agen freelance yang mempunyai berbagai macam profesi dan siap memberikan data pada Nirton Consulting.

“Mereka bekerja secara profesional dan tidak bisa dikatakan mencuri data,” ungkapnya.

Ia pun mengibaratkan usaha yang dilakukannya seperti wartawan yang melakukan investigasi yang menyangkut persoalan publik.

Pihak klien Nirton Consulting membutuhkan data tersebut karena ingin mengetahui “kesehatan” keuangan perusahaan yang akan diajak kerjasama klien. Arief pun tidak menepis adanya perusahaan di Jakarta yang keuangannya sangat jelek sekali.

Kata Arief, untuk mengatasi persoalan tersebut, biasanya perusahaan tersebut memasang “orang-orangnya” di instansi terkait.

“Sekarang ini, tinggal bagaimana kecerdikan untuk membuka tabir perusahaan yang sebenarnya,” kata Arief.

Seli pernah mendapat pelatihan investigasi dari mantan FBI dan MI5 sewaktu bekerja di perusahaan detektif asing di Jakarta. Ia pun menularkan ilmunya kepada anak buahnya.

Perpaduan kemampuan inilah yang menyebabkan saat ini Nirton Consulting mendapat klien dari perusahaan asing yang ingin mengelola lahan batu bara di Kalimantan. Dalam beberapa hari sudah melaporkan data ke klien.

Saat didesak hasilnya, Arief menghindar dengan alasan rahasia perusahaan. Selain itu, klien tersebut meminta mengurusi manajemen security.

“Kita mempunyai tim yang mengurusi manajemen security secara terpadu dan mempunyai jaringan dengan pihak kepolisian,” ungkapnya.

Arief pun menjelaskan hanya sebagai konsultan manajemen security bukan jasa outsourcing security.
“Kita dapat menilai orang-orang yang cocok sebagai manajer security dan dapat menjalankan sistem yang kita bangun,” kata Arif.  (Repro INTELIJEN)

Share Button