December 15, 2018

Ngabalin Rangkap Jabatan, Pengamat: Negara Sudah jadi ‘Bancakan’ Pendukung Jokowi

Ali Mochtar Ngabalin (sindo)


intelijen – Rakyat telah disuguhi tontonan keserakahan dan kesalahan etika dengan ditunjuknya tenaga ahli utama Kantor Staf Kepresiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin sebagai komisaris Angkasa Pura 1. Pasalnya, saat ini politisi Partai Golkar itu mempunyai dua jabatan sekaligus, yaitu tenaga ahli utama KSP dan Komisaris Angkasa Pura 1.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (20/07). “Rakyat akan melihat dengan dua jabatan tentunya Ngabalin terima dua gaji yang sangat besar,” kata Muslim Arbi.

Di satu sisi, kata Muslim, dua jabatan yang dihadiahkan kepada Ngabalin itu bisa dimaknai sebagai upaya mengajak rakyat untuk tidak kritis kepada penguasa. “Ada pesan yang ingin disampaikan, jika ingin dapat jabatan dan uang, maka jadi pembela penguasa,” papar Muslim.

Muslim menegaskan, negara saat ini sudah menjadi bancakan bagi pendukung Jokowi. “Rakyat yang menjadi korban hanya dimobilisasi untuk mendukung penguasa,” jelas Muslim.

Soal kapasitas, menurut Muslim, Ngabalin tidak mempunyai kompetensi menjadi komisaris di Angkasa Pura 1. “Kalau BUMN hanya diserahkan bukan ahlinya, maka tunggu saja kerugian,” pungkas Muslim.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fadli Zon menuding pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin sebagai ‘hadiah’ dari pemerintah.

Fadli Zon menilai pemerintah tidak konsisten. Sebab, memberikan jabatan kepada orang yang tidak profesional di bidangnya. Jabatan Komisaris AP I diberikan kepada Ngabalin yang bukan ahli pengelolaan transportasi udara.

“Akhirnya BUMN jadi sapi perah saja. BUMN menjadi tempat penampungan bagi tim sukses. Harusnya orang yang lebih profesional diangkat. Kalau begini, BUMN amburadul jadinyan,” tegas Fadli Zon seperti dikutip tempo (20/07).

Red

Share Button

Related Posts