January 24, 2017

Netanyahu: Serangan Truk Pembunuh 4 Tentara Israel Ulah ISIS

PM Israel Benjamin Netanyahu. Reuters


intelijen – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, serangan truk yang membunuh empat tentara Israel dilakukan kelompok Islamic State atau ISIS. Dia curiga sopir truk yang melakukan serangan teror merupakan pendukung kelompok ISIS.

Serangan teror truk terjadi di Yerusalem pada hari Minggu. Truk tersebut menabrak sekelompok tentara Israel yang menewaskan empat orang dan melukai 15 lainnya.

”Kami tahu identitas penyerang, menurut semua tanda-tanda dia adalah pendukung ISIS,” ucap Netanyahu.

”Kami telah menutup Jabel Mukabar, lingkungan dari mana ia (sopir truk) datang, dan kami melakukan tindakan lain yang tidak bisa jelaskan detail,” katanya, seperti dikutip Reuters, Senin (9/1/2017).

Pernyataan PM Israel itu muncul setelah polisi Israel menyatakan serangan truk pada hari Minggu sebagai “serangan teroris. Polisi Israel mengonfirmasi bahwa tiga perempuan dan seorang lelaki yang semuanya berusia 20-an tahun tewas.

Rekaman CCTV dari lokasi kejadian menunjukkan truk melewati trotoar dan kerumunan orang dan menabrak sekelompok tentara Israel. Rekaman video juga menunjukkan banyak tentara Israel melarikan diri dengan membawa senapan di pundak mereka.

Beberapa tentara lantas menembaki sopir truk dan berhasil membunuhnya. ”Dalam hitungan detik saya melihat ke kiri dan melihat apa yang saya hanya bisa gambarkan bahwa itu truk yang mengebut yang akan membuat saya melayang,” kata seorang tentara Israel yang hanya bersedia diidentifikasi dengan inisial “A” kepada Channel 10.

”Ini adalah sebuah keajaiban, di mana pistol ada pada saya. Saya menembak ban, tapi saya menyadari tidak ada gunanya karena dia memiliki banyak roda, jadi saya berlari di depan dan saya menembaknya. Ketika saya selesai menembak, beberapa kadet perwira juga membidik dan juga mulai menembak,” ujarnya.

Kepala Polisi Nasional Israel Roni Alsheich kepada wartawan mengatakan bahwa dia tidak mengesampingkan bahwa pelaku serangan adalah warga Palestina yang terinspirasi serangan truk di bazar Natal Berlin yang menewaskan 12 orang pada bulan lalu.

”Memang, mungkin terpengaruh dengan menonton televisi, tetapi sulit untuk masuk dan mengetahui isi kepala setiap individu untuk menentukan apa yang memotivasinya. Tetapi, tidak ada keraguan bahwa hal ini memiliki efek,” kata Alsheich.

Gerakan Hamas Palestina memuji serangan truk itu, tetapi tidak mengklaim bertanggung jawab.

Juru bicara Hamas Abdul-Latif Qanou menyebut aksi sopir truk itu sebagai tindakan ”heroik”. Dia menyerukan warga Palestina lainnya untuk melakukan hal yang sama terhadap para tentara Israel.

Wali Kota Yerusalem Nir Barkat meminta warga untuk waspada. ”Mereka yang menghasut dan mendukung teror harus membayar harga yang mahal,” katanya.

Share Button

Related Posts