December 10, 2018

Netanyahu Gagal Pengaruhi Jerman untuk Tinggalkan Kesepakatan Nuklir Iran

Angela Merkel dan Benjamin Netanyahu


intelijen – Upaya Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk membujuk Jerman keluar dari kesepakatan nuklir Iran menemui jalan buntu. Jerman menegaskan bahwa mereka akan tetap bertahan di dalam kesepakatan itu.

Netanyahu meminta Jerman untuk keluar dari kesepakatan itu, saat dia melakukan pertemuan dengan Kanselir Angela Merkel di Berlin. Pemimpin Israel itu beragumen bahwa kesepakatan yang dicapai tahun 2015 itu hanya menguntungkan Iran.

Namun, dalam sebuah pernyataan bersama, Merkel menyatakan bahwa pihaknya akan mempertahankan komitmen terhadap kesepakatan itu. Alasannya, kesepakatan ini adalah satu-satunya tameng untuk mencegah Iran menggembangkan senjata nuklir.

“Kami (orang Eropa) percaya bahwa JCPOA adalah satu-satunya kesempatan untuk menjaga kegiatan nuklir Iran di bawah kendali untuk waktu yang ditentukan, dan mencegah Iran untuk mengembangkan senjata nuklir,” kata Merkel, menggunaka nama resmi kesepakatan nuklir.

Merkel, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (5/6), kemudian mengatakan dia setuju dengan Netanyahu tentang perlunya mencegah Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, tetapi memiliki pandangan berbeda tentang cara terbaik untuk mencapai hal ini.

Sejuah ini hanya Amerika Serikat (AS) yang memutuskan mundur dari kesepakatan itu. Lima negara kekuatan dunia lainnya yakni Jerman, Inggris, Rusia, Prancis dan China tetap berkomitmen pada kesepakatan tersebut.

Share Button

Related Posts