January 16, 2019

Najib Sangkal Dakwaan Baru Jaksa Terkait Audit 1MDB

Najib Razak (ist)


intelijen – Kejaksaan Malaysia mengajukan dakwaan korupsi baru pada mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak dan mantan Chief Executive Officer (CEO) 1Malaysia Development Berhad (1MDB) Arul Kanda Kandasamy, kemarin.

Najib menyangkal bersalah dalam dakwaan baru itu. Dakwaan itu menjadi kasus terbaru terkait dana miliaran dolar yang dicuri dari 1MDB. Para penyelidik antikorupsi pekan ini telah memeriksa Najib dan mantan pejabat 1MDB terkait tuduhan bahwa kantor PM Najib mencampuri audit pemerintah pada 1MDB pada 2016.

Audit dilakukan karena ada laporan meroketnya utang dan salah kelola keuangan di 1MDB yang didirikan Najib pada 2009. ”Najib telah mengamankan perlindungan dari aksi kriminal atau sipil dan pendisiplinan terkait 1MDB dengan memerintahkan laporan audit diubah sebelum laporan itu selesai,” kata dokumen kejaksaan yang dibacakan kepadanya di pengadilan dilansir Reuters.

Najib menyangkal bersalah dalam dakwaan menyalahgunakan posisinya sebagai PM. Dakwaan itu dapat memiliki konsekuensi hukuman penjara hingga 20 tahun, denda 10.000 ringgit, atau keduanya.

Mantan CEO 1MDB Arul Kanda Kandasamy menyatakan tidak bersalah dalam tuduhan bersekongkol dengan Najib. Pengacara Najib, Muhammad Shafee Abdullah, menyatakan kliennya tidak mengganggu audit itu karena dia hanya dituduh memerintahkan perubahan pada draf laporan, bukan versi akhir laporan audit.

”Dalam dakwaan ini, itu jelas hal tersebut bukan lagi tuduhan bahwa dia faktanya merusak laporan audit,” kata Muhammad Shafee.

Para pejabat Malaysia menyatakan perubahan laporan audit yang diperintahkan Najib termasuk membuang penyebutan keberadaan pakar keuangan Low Taek Jho dalam rapat dewan 1MDB.

Low saat ini menjadi buronan dan sebelumnya telah menyangkal tuduhan bersalah dalam skandal itu. Low telah didakwa otoritas Malaysia dan Amerika Serikat (AS) yang menyebutnya sebagai pemain utama dalam pencurian dana USD4,5 miliar dari 1MDB.

Gugatan sipil oleh AS menyatakan miliaran dolar telah dialihkan dari 1MDB oleh para pejabat tinggi di lembaga itu dan para mitranya serta sekitar USD1 miliar dikirim ke rekening bank pribadi Najib.

Najib kini menghadapi 38 dakwaan pencucian uang, korupsi dan pelanggaran kepercayaan yang sebagian besar terkait 1MDB. Semua kasus hukum itu melilitnya setelah dia kalah pemilu pada Mei lalu melawan koalisi yang dipimpin PM Mahathir Mohamad.

Istri Najib, Rosmah Mansor, mantan Deputi PM Ahmad Zahid Hamidi dan para mantan pejabat pemerintahan Najib juga didakwa korupsi. Semua menyangkal tuduhan tersebut.

Share Button

Related Posts