March 27, 2019

Muslim Berlin Siap Tanda-tangani Kontrak Sosial



INILAHCOM. Muenchen — Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD) terpanggil untuk membuat kontrak politik dengan minoritas Muslim untuk mengintegrasikan komunitas pemeluk Islam secara resmi dengan masyarakat Berlin.

“Kami katakan kepada Muslim, kalian adalah bagian kota ini, dan ini adalah rumah kalian,” ujar Raed Saleh, pemimpin SPD seperti dikutip The Local.

SPD, menurut Saleh, telah menyiapkan kontrak sosial dengan 250 ribu Muslim Berlin, dan memberi mereka status resmi. Status serupa juga dimiliki komunitas Yahudi dan Kristen.

Kontrak dengan pemerintah kota memungkinkan Muslim mengatur hari libur keagamaan, pemakaman, dan melakukan kerja kolaboratif dengan universitas.

Tim Renner, pejabat urusan kemasyarakatan dan kebudayaan Berlin, mengatakan; “Berlin membutuhkan kontrak itu.”

“Sangat penting bagi kami memiliki kontrak dengan masyarakat Muslim, meski hanya simbol. Terlebih dalam situasi saat ini, ketika masalah Islam dibahas di hampir semua tempat,” ujarnya.

Dua kota di Jerman; Hamburg dan Bremen, telah memiliki kontrak dengan komunitas Muslim. Lower Saxony akan mengadopsi kontrak itu musim semi nanti.

Meski hanya pengakuan resmi simbolis, kontrak bertujuan mengintegrasikan Muslim ke dalam masyarakat Berlin. Pemerintah ibu kota Jerman itu juga akan mengundang 18 masjid dan organisasi Islam untuk membicarakan masalah ini.

Faical Salhi, wakil Federasi Islam Berlin, mengatakan; “Setiap langkah kecil untuk membawa kita lebih dekat dengan yang lain akan disambut baik.”

Tujuan kontrak ini, masih menurut Salhi, adalah berbicara dengan satu suara. Tidak akan ada lagi yang mengatas-namakan Muslim Turki atau Arab. Semua harus mematuhi aturan demokrasi.

Jerman adalah rumah bagi empat juga Muslim. Sebagian besar pemeluk Islam di negeri ini berasal dari Turki. Di Berlin, misalnya, hampir 90 persen dari 220 Muslim adalah keturunan Turki.

Namun Jerman menjadi bermusuhan dengan Muslim, menyusul munculnya gerakan Patriotik Eropa Menentang Islamisasi (PEGIDA) di Dresden. Gerakan ini meluas ke banyak kota di Jerman, termasuk Berlin.

Read More

Share Button