October 17, 2018

“Murahan, Seret Soeharto dan Gus Dur di Panggung Pilpres 2014”

Soeharto dan Gus Dur (viva)


intelijen – Politisi Partai Golkar yang berada di kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla, Indra J Piliang, meminta Addie Massardi dan Ahmad Dolli Kurnia untuk tidak menyeret-nyeret nama Soeharto dan Abdurrahman Wahid dalam panggung Pilpres 2014.

“Jangan kerdilkan jasa-jasa Pak Harto dan Gus Dur dengan menyeret-nyeret keduanya ke panggung Pilpres 2014 dengan isu-isu sepihak. Itu murahan. Ada dua orang yang bawa nama Gus Dur ke panggung Pilpres: Addie Massardi dan Ahmad Dolli Kurnia. Padahal Gus Dur gak bisa dikonfirmasi lagi,” ungkap Indra Piliang di akun Twitter @IndraJPiliang.

Indra Piliang juga menegaskan bahwa kelompok yang menjatuhkan Gus Dur dari kursi presiden, saat ini menggunakan nama Gus Dur di panggung Pilpres 2014. “Kesalahan Gus Dur tidak pernah dibuktikan secara hukum dalam kasus Bulog-Brunei. Kelompok yang menjatuhkannya sekarang pakai lagi namanya untuk Pilpres 2014,” tulis @IndraJPiliang

@IndraJPiliang juga menulis: “Susun saja daftar nama politisi yang menjatuhkan Pak Harto dan Gus Dur. Lalu lihat apa yang mereka katakan sekarang. Mereka bawa lagi ke ajang Pilpres 2014.”

Diberitakan sebelumnya, Wasekjen DPP Partai Golkar yang juga mantan Ketua Umum DPP KNPI, Ahmad Doli Kurnia, mengingatkan bahwa Jusuf Kalla pernah dipecat Gus Dur karena korupsi. Menurut Doli, JK dipecat bukan saja karena korupsi, tapi juga kolusi dan nepotisme.

“Alasan KKN itu diutarakan Gus Dur dalam Rapat Konsultasi Tertutup antara pemerintah dan DPR di gedung DPR, Jakarta, Kamis 27 April 2000. Saat itu Gus Dur memilih sampaikan alasan pemecatan JK secara tertutup ke DPR karena tidak ingin mempermalukan JK. Nepotisme JK saat itu lahirkan istilah yang populer disebut ‘SDM’, Semua Dari Makassar,” beber Doli, seperti dikutip republika (11/06).

“Gus Dur berang, JK sebagai pembantu presiden pergi keluar negeri tanpa izin. Namun saat ingin dipecat Gus Dur, JK selamat karena menyodorkan kertas kosong yang diklaim sebagai izin. Gus Dur yang mengalami gangguan penglihatan percaya. Belakangan baru diketahui itu bohong. Jadi JK ini sudah punya bakat pembohong,” tuding Sekjen PB HMI era 1999-2001 itu.

Share Button

Related Posts