December 18, 2017

Misteri Pertemuan “Cikeas” Jelang Pelarian Nazaruddin

Foto: waspada.co.id


Foto: waspada.co.id

INTELIJEN.co.id – Nazaruddin merupakan aktor sekaligus sutradara yang piawai. Di sisi lain, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini adalah seorang “gadis seksi” yang bisa “dibeli” oleh pihak manapun. Nazaruddin menjadi publik figur yang kicauannya sangat ditunggu khalayak.

Walhasil, skenario atas pengakuan-pengakuan Nazaruddin bisa saja dimodifikasi sedemikian rupa, disesuaikan dengan target atau hasil akhir yang dipilih pengorder, demikian analisis yang ditulis situs berita www.itoday.co.id pada Jum’at, 2 Desember 2011.

Bagi lawan-lawan Partai Demokrat ataupun Susilo Bambang Yudhoyono, pengakuan Nazaruddin ibarat peluru-peluru tajam yang siap ditembakkan kapan saja. Sedangkan dari sisi internal, faksi kontra Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pun bisa menjadikan kicauan Nazaruddin sebagai pisau tajam untuk membelah Partai Demokrat.

Panggung untuk Nazaruddin memang sudah digelar sejak muncul pengakuan-pengakuan Nazaruddin sebelum ditangkap di Cartagena, Kolombia. Belakangan, Nazaruddin bermain cantik di panggung resmi, yakni, Pengadilan Tipikor. Nazaruddin menegaskan, sempat bertemu dengan SBY di Cikeas sebelum kabur ke Singapura, pada 23 Mei 2011.

Pengakuan itu memunculkan pro dan kontra tersendiri, yakni perlu tidaknya SBY dihadirkan dalam sidang Tipikor dengan terdakwa Nazaruddin. Sebagai sebuah skenario, pengakuan itu bisa saja dimanfaatkan Nazaruddin, atau pihak lain yang memanfaatkan Nazaruddin, sebagai bola liar yang sengaja ditendang.

Kemungkinan pertama. Pengakuan adanya pertemuan itu merupakan skenario pihak Nazaruddin sendiri yang memang ditujukan untuk bargaining terkait kelanjutan proses pengadilan Tipikor. Artinya, jika memang terjadi pertemuan tersebut, setidaknya pihak Nazaruddin telah menembakkan satu peluru. Di mana, jika proses pengadilan tidak menguntungkan bagi Nazaruddin, maka akan ditembakkan peluru lain yang saling susul.  

Jika benar, bahwa sejak awal memang telah terjadi proses bargaining Nazaruddin dengan Partai Demokrat, pengakuan Nazaruddin di Pengadilan Tipikor tersebut, bisa jadi merupakan bentuk kekecewaan Nazaruddin terkait deal-deal sebelumnya dengan Partai Demokrat.

Petinggi Partai Demokrat memang menyangkal adanya pertemuan Nazaruddin-SBY di Cikeas jelang kaburnya Nazaruddin ke Singapura. Ditegaskan bahwa tidak ada pertemuan Nazar-SBY. Yang benar, Nazar dipanggil Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Partai Demokrat boleh menyangkal, tetapi publik tentu tidak akan melupakan sinyalemen yang berkembang setelah Nazaruddin berada di Singapura. Ketika berada di Singapura, Nazaruddin ditemui sejumlah utusan SBY/Partai Demokrat. Dalam pertemuan ini ada kesepakatan rahasia, bahwa keamanan Nazaruddin dan keluarganya akan dijamin, dengan syarat, Nazaruddin tidak melibatkan nama SBY dan lingkungan dekatnya di Partai Demokrat bilamana proses persidangan kelak digelar.

Ketika diperiksa di KPK, Nazaruddin pernah mengungkapkan isu surat yang dialamatkan kepada SBY. Intinya, Nazaruddin tidak akan menceritakan apa pun yang dapat merusak citra Partai Demokrat serta KPK, asalkan SBY berjanji akan memberikan ketenangan lahir dan batin bagi istri dan anak Nazaruddin.

Share Button