December 11, 2018

“Mirip Ahoker, Kicauan Andi Arief ke Koalisi Prabowo Akan Rusak Citra Demokrat dan SBY”

Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo dan Prabowo Subianto (kompas)


Serangan Wasekjen Demokrat Andi Arief ke Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, PKS, dan PAN akan merusak citra Partai Demokrat. Di mana, saat ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedang berusaha membina hubungan baik dengan mitra koalisi Prabowo.

Penegasan itu disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak, menyikapi pernyataan-pernyatan Andi Arief di media sosial ataupun kepada media massa.

“Saya khawatir serangan Andi Arif akan merusak citra partai Demokrat, di mana SBY dan putranya AHY sedang berupaya membina hubungan baik dengan mitra koalisinya, partai Gerindra, PKS dan PAN. Di samping itu, jika terus dibiarkan oleh SBY, maka bisa merusak nama baik SBY yang selama ini kita kenal sebagai partai yang mengedepankan kesantunan,” kata Bastian (13/08).

Menurut Bastian, pernyataan Andi Arief yang mencaci Prabowo dan Sandiaga, sama saja dengan tidak menghargai SBY sebagai pimpinan Partai Demokrat.

“SBY sebagai ketua umum Partai Demokrat selalu melantunkan kalimat-kalimat yang santun dan halus, demikian juga dengan AHY. Ini berbeda jauh dengan cuitan Andi Arief yang kasar dan serampangan. Tidak etis ketika ketua umumnya menjaga sopan santu dalam berkomunimasi dengan Prabowo, di saat yang sama Andi Arif dalam posisinya sebagai wasekjen PD malah mencaci maki Prabowo dan Sandi yang dihormati SBY dan AHY. Itu sama saja tidak menghargai SBY sebagai pimpinan Partai Demokrat,” tegas Bastian.

Bastian meminta Andi Arief untuk membawa bukti-bukti soal tudingan “jenderal kardus”. “Andi Arief seharusnya membawa bukti ke pihak berwenang bukan mencuit serampangan yang mirip dengan relawan-relawan Ahok saat Pilkada DKI Jakarta.

Di sisi lain, kata Bastian, SBY sendiri sebagai Ketua Umum Demokrat sudah terima dengan keputusan partai koalisi dengan Sandiaga yang dipilih sebagai cawapres Prabowo. “Andi Arief sepertinya memaksakan AHY sebagai pendamping Prabowo sehingga membuat fitnah melalui sosmed. Padahal AHY menerima keputusan partai koalisi dengan lapang dada,” tegas Bastian.

Untuk menyelesaikan hal itu, kata Bastian, Andi Arief harus mencabut pernyataannya atau SBY sebaiknya bersikap tegas terhadap Andi Arief. “Jangan sampai Andi Arief menjadi duri dalam daging, tentu bisa menganggu keharmonisan koalisi partai Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat. Tudingan Andi Arief adalah fitnah yang merusak citra bukan hanya pihak yang dituduh akan tetapi juga merusak partai Demokrat sekaligus tentunya demokrasi kita juga,” beber Bastian.

Tak hanya itu, Bastian juga merasa aneh dengan sikap Andi Arief belakangan ini. “Entah sedang kerasukan roh apa Andi Arif wasekjen Partai Demokrat akhir-akhir ini terus menyerang Prabowo dan Sandi lewat cuitan twitternya, dari yang mengatakan Prabowo Jendral Kardus sampai dengan menyerang Sandiaga Uno, PKS dan PAN dengan tuduhan tendensius, Sandi telah menggunakan uang untuk merebut kursi cawapres,” jelas Bastian.

Share Button

Related Posts