December 18, 2017

Menteri Susi Bangga Bisa Efisiensi Anggaran Rp 8,4 T Selama Tiga Tahun

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ist)


intelijen – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku telah mengefisiensi anggaran kementerian sebesar Rp 8,4 triliun. Efisiensi sebanyak itu dilakukan dalam tiga tahun terakhir.

“Kita bicara tentang anggaran kita. Saya sampaikan, kita telah mengembalikan uang ke negara dengan cari side blocking, merevisi ,mereview, memantau anggaran kita satu persatu. Kembali lah ke negara Rp 8,4 triliun dalam waktu tiga tahun ini,” kata Menteri Susi dalam acara Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) dengan tema ‘Ayo Kita Berantas Korupsi untuk Mewujudkan Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang Sejahtera’, di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (7/12).

Menurutnya, dari pengurangan anggaran tersebut saja, banyak hal yang bisa diperbaiki. Meski begitu, Menteri Susi mengaku belum gembira karena stigma selama ini anggaran harus habis dalam proses penyerapan anggaran.

“Dan sebetulnya kalau kita lihat lagi, dari pengurangan anggaran yang seperti ini, kita juga liat banyak hal bisa kita perbaiki. Saya tidak gembira harus mengefesien segitu banyak, tetapi kita selama ini berpikir ya anggaran itu harus habis ini persoalan kita,” ujarnya.

Menteri Susi menegaskan, jika negara ingin maju, maka perubahan paradigma dalam hal penggunaan anggaran harus dilakukan. Sebab bila tidak, anggaran akan terus defisit, utang makin banyak sehingga kewajiban membayar bunga atau membayar pokok semakin tinggi.

“Saya tahu saya mengubah comfort zone dan the way a easy on spending money, tapi saya juga tidak bisa untuk berbuat lain, karena saya tahu gitu. Saya belajar mempunyai usaha sendiri yang harus taking care dan attantive terhadap every many years cashless,” katanya.

Susi mengakui, di tahun pertama menjabat, dia sudah mendeteksi dana yang bisa dikurangi. Sebenarnya, ini bisa dilakukan lebih baik lagi dengan cara membentuk bekerja sama di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Saya bangga, baru setengah. Karena cara saya dengan mengefesiennya dengan paksa. Saya ingin eselon dua eselon tiga bekerja sama dengan eselon satu. Ini cara lama ini paradigma lama go,” ungkapnya.

Dia menambahkan, apabila kerja sama itu baik maka dirinya akan menunjukkan bagaimana bagusnya KKP dalam mereview mengakselerasi, mengimplementasikan efesien anggaran yang bebas dari korupsi.

Sumber: Merdeka

Share Button

Related Posts