January 17, 2017

Menteri Era SBY: Yang Sudutkan Islam, FPI dan Habib Rizieq Sekarang ini, Grup Neo PKI?

Habib Rizieq Syihab dan Tokoh Islam (ist)


intelijen – Mantan Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, MS Kaban geram dengan upaya kelompok liberal yang gencar menyudutkan umat Islam khususnya gerakan Front Pembela Islam (FPI).

Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang ini pun membandingkan situasi saat sekarang dengan era Orde Baru, di mana Islam sering disudutkan dengan kelompok ekstreem kanan.

“Pengopinian seakan Islam teroris dan FPI tidak NKRI dst mengulang cara-cara aparat era Orba setiap gerakan kelompok Islam ‘terdakwa’ ekstreem kanan. Era Orba kelompok yang sering sudutkan Islam dengan ekstreem kanan kalau gak salah group LB Moerdani konon akhir hyt syhadat. Sekarang apa grup neo PKI??” tegas MS Kaban di akun Twitter ‏@hmskaban.

MS Kaban pun mengingatkan, dalam pidatonya di Aksi Bela Islam 212, Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab dengan tegas dan lugas menyatakan NKRI. “Ada apa di dalam jiwa raga elit aparat seakan FPI itu disudutkan dengan opini tidak NKRI PANCASILA Pro UUD45. Pidato HBRS (Habib Rizieq Syihab-red) 212 tegas lugas NKRI dst,” tulisa @hmskaban.

Tak hanya itu, MS Kaban memberikan catatan, sejak Aksi Bela Islam II (411) dan Aksi Bela Islam III (212), Habib Rizieq terus dicari kelemahannya dan dicari ruang pidana. “Sejak 411 dan 212 sepertinya HbRS dicari kelemahan dibully dicari ruang pidana. Sepanjang demi hkum dan keadilan itu sah-sah saja. Ini ujian HbRS pimpin ummat,” tegas @hmskaban.

Sebelumnya, kepada intelijen (09/01), pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki mensinyalir bahwa saat ini ada upaya sistematis dan terstruktur untuk mendiskreditkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab.

Ibnu Masduki mengomentari beredarnya formulir untuk mendukung Habib Rizieq sebagai Imam Umat Islam di pesantren Nahdlatul Ulama. “Sangat tidak masuk akal adanya formulir itu, terlebih lagi Habib Rizeq itu sangat menghormati para Kiai di kalangan NU,” tegas Ibnu Masduki.

Menurut Ibnu Masduki, kalangan pesantren NU seperti Sidogiri di Pasuruan, Al Hikmah di Bresbes pernah mengundang Habib Rizieq Shihab. “Tentunya Habib Riziq sudah tahu aturan di pesantren dan NU. Ini kok tiba-tiba ada formulir yang meminta Habib Rizieq dijadikan Imam Besar Umat Islam,” jelas Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki mengingatkan, serangan dan fitnah terhadap Habib Rizieq akan terus disebar. “Saya menduga ada yang masih sakit hati dengan gerakan Habib Rizieq dengan Aksi Bela Islam yang bisa mendatangkan ratusan ribu massa di Jakarta,” ungkap Ibnu Masduki.

Share Button

Related Posts