December 13, 2018

Menkeu Paparkan Penjualan Sukuk Dukung Proyek Infrastruktur

Sri Mulyani (ist)


intelijen – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan mengenai perkembangan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dia menyebutkan penjualan sukuk semakin meningkat setiap tahunnya.

Sejak awal diterbitkan tahun 2008 penjualan SBSN hanya sebesar Rp4,7 Triliun namun hingga kini sudah mencapai Rp884,3 Triliun. Pada saat ini, Sukuk juga sudah dijadikan underlying aset berbagai pembangunan proyek di Indonesia.

“Beberapa proyek (yang dibiayai dari sukuk antara lain berupa) jalan dan jembatan di 30 propinsi. Pembangunan kereta di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Revitalisasi asrama haji di 24 (kota) serta 54 Perguruan Tinggi dan 32 madrasah,” ujar Sri Mulyani saat menyambangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta.

Beberapa hal lain yang dibicarakan juga adalah mengenai zakat ASN, wakaf, penempatan dana haji, kredit UMKM dan kredit Ultra Mikro, dan juga beasiswa LPDP yang diberikan kepada santri baik yang sekolah di dalam maupun luar negeri. Ia menegaskan siap membantu dan akan terus mendukung kinerja MUI, baik dalam hal pengelolaan zakat, wakaf, dan penempatan dana haji.

Pada pertemuan itu Menkeu juga sempat menjelaskan mengenai utang negara. Ia menuturkan bahwa dalam mengelola utang, Pemerintah memiliki rambu-rambu yaitu UU Keuangan Negara. Tidak hanya itu, ia pun menyatakan utang negara dikelola dengan hati-hati dan dengan arah yang jelas. Kementerian Keuangan juga selalu mengkomunikasikan dengan masyarakat serta para pelaku usaha.

“(Kami) berharap MUI juga dapat mengedukasi (masyarakat). Kerjasama yang sudah baik dapat makin diperkuat. Basis syariah kita harus terus diperbaiki dan diperkuat,” jelasnya

Share Button

Related Posts