July 23, 2018

Mengenal Rudal Tomahawk, Rudal AS yang Diprediksi Hujani Suriah

Rudal Tomahawk


intelijen – Ada satu peluru kendali (rudal) di gudang senjata Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan akan menghujani beberapa target di Suriah sebagai respons Presiden Donald Trump atas dugaan serangan senjata kimia di Douma.

Washington dan negara-negara Barat menuduh rezim Presiden Bashar al-Assad sebagai pelaku serangan kimia yang dilaporkan menewaskan puluhan orang. Rezim Suriah dan Rusia membantah dan menuduh serangan dibuat oleh LSM White Helmets dan kelompok Jaish al-Islam yang didukung Barat untuk memfitnah Assad agar diserang Barat.

Serangan rudal AS sulit ditebak. “Saya tidak pernah mengatakan kapan serangan terhadap Suriah akan terjadi,” tulis Trump di Twitter. Namun, pemimpin Amerika ini telah memintah Rusia sebagai sekutu Assad bersiap menyambut tembakan rudal Amerika yang dia sebut bagus, baru dan “pintar”.

Ukuran peluru kendali jelajah Tomahawk sekitar setengah dari panjang tiang telepon standar. Daya lesatnya sebanding dengan kecepatan jelajah pesawat komersial dan dapat membawa hulu ledak seberat 1.000 pon.

Tomahawk telah berada di gudang senjata Angkatan Laut AS sejak tahun 1980-an. Namun, pertama kali digunakan dalam pertempuran pada tahun 1991, yakni selama Perang Teluk. Secara keseluruhan, senjata ini telah dikerahkan lebih dari 2.300 kali.

“Tahun demi tahun, administrasi masuk dan administrasi keluar, itu adalah rudal jelajah darat jarak jauh yang diambil presiden untuk pertama dalam krisis,” kata Thomas Karako, direktur Proyek Pertahanan Rudal di Pusat Studi Strategis dan Internasional kepada CNBC.

“Apa yang membedakan Tomahawk dari beberapa senjata lain adalah bahwa ia diluncurkan dari laut dan memiliki jangkauan yang jauh lebih lama,” kata Karako, yang dilansir Jumat (13/4/2018).

Harga terbaru dari senjata ini per unitnya sekitar USD1,4 juta. Peluru kendali Tomahawk produksi kontraktor pertahanan Raytheon memiliki jarak tempuh 800 hingga 1.553 mil dan dapat dikerahkan oleh lebih dari 140 kapal dan kapal selam Angkatan Laut AS. Pada tahun 1995, Inggris menjadi militer kedua yang menambahkan Tomahawk ke gudang persenjataannya.

Share Button

Related Posts