August 17, 2018

Mata Garuda, Ungkap Curanmor Hingga Korupsi

Ilustrasi (Istimewa)


Ilustrasi (Istimewa)

INTELIJEN.co.id – Sore itu, pria berdasi dan bermobil mewah memasuki kantor Mata Garuda. Ronald biasa disebut, menduduki jabatan sebagai pengelola salah satu mall di Surabaya. Di hadapan pimpinan dan anggota Mata Garuda, pria ini mengeluhkan pencurian kendaraan bermotor di lokasi ia bekerja.

Wajahnya nampak serius mengungkapkan adanya komplain dari para pengunjung mall. Ia tidak menginginkan kasus ini diungkap di kepolisian karena bisa merusak citra mall.

Salah satu anggota Mata Garuda dengan tekun mendengarkan keluhan Ronald. Untuk mengurangi ketegangan sesekali muncul guyonan segar di antara anggota Mata Garuda.

Pihak Mata Garuda pun sudah mengetahui maksud kedatangan Ronald. Ardi Rio, pimpinan Mata Garuda menyanggupi dapat menyelesaikan kasus ini. Tidak lama berselang Ronald minta izin untuk melanjutkan tugas lainnya.

Lima menit kemudian, Ardi Rio mengumpulkan semua anggotanya dan menuliskan kasus ini di papan tulis untuk didiskusikan. Budi, anggota Mata Garuda mencurigai “orang dalam” terlibat dalam kasus ini.

Lain lagi dengan Chandra, mencurigai oknum satpam terlibat dalam pencurian ini. Akhirnya disepakati untuk melakukan penyamaran dan menempatkan anggota Mata Garuda di mall.

Mereka ada yang menyamar jadi satpam, penjual makanan, cleaning service maupun masuk dalam jaringan penjual motor gelap di Surabaya.  

Andi mendapat tugas menyamar menjadi satpam. Sebelumnya pihak Mata Garuda sudah menghubungi perusahaan jasa pengamanan yang menempatkan anggotanya di mall tersebut.

Penyamaran ini berjalan cukup baik. Andi bahkan cepat bergaul dengan anggota satpam lainnya. Dalam kesempatan Andi mengajak makan bersama atau ke tempat hiburan di Surabaya.

Sikap Andi ini dengan cepat dikenali di kalangan satpam mall. Andi bahkan sering membelikan rokok. Dalam beberapa kesempatan Andi mendengar pembicaraan di antara oknum satpam yang mencurigakan.

Ia selalu siap dengan rekaman ponselnya. Kadangkala sikap Andi dicurigai beberapa satpam. Tapi ia dapat menyakinkan anggota satpam lainnya. Hari pertama kerja Andi sudah mendapati anggota satpam yang dicurigai terlibat dalam pencuriaan ini.

Andi pun selalu berkoordinasi dengan anggota Mata Garuda lainnya terutama yang di tempatkan di mall.

Penjebakan

Pada hari berikutnya Mata Garuda melakukan penjebakan dengan mengirim anggotanya dengan membawa sepeda motor mahal yang di parkir di mall. Motor ini sengaja untuk dicuri tapi mendapat pengawasan baik melalui kamera maupun anggotanya yang telah diselundupkan di mall.

Seakan film detektif. Penjebakan pun dimulai. Sepeda motor milik anggota Mata Garuda sengaja kuncinya tertinggal di kendaraan, tapi cleaning service bertopi matanya tajam mengawasi kendaraan tersebut.  

Tidak lama kemudian, dua orang membawa kunci T mendekati motor tersebut. Karena tidak terkunci, kendaraan tersebut dengan mudah dibawa dua orang tadi. Tanpa sepengetahuan kedua orang tadi, cleaning service tadi memotret dengan ponselnya.

Anggota Mata Garuda yang membawa kendaraan tadi melaporkan ke petugas satpam mall perihal kehilangan motornya. Pihak satpam tidak bertanggungjawab karena ia tidak mengunci motornya.

Pihak Mata Garuda sudah mendapatkan dokumen perihal orang yang mencuri kendaraan bermotor di mall. Untuk penyelidikan lebih lanjut, anggota Mata Garuda yang menyamar jadi satpam mengakrabi oknum satpam yang terlibat pencurian.

Pada hari berikutnya, Andi mendekati oknum satpam dan menawari motor murah. Ternyata ditanggapi dengan baik. Bahkan oknum satpam juga mengajak bisnis motor curian.

Kesempatan ini tidak disia-siakan. Bahkan Andi menyanggupi akan mencarikan motor curian. Bukan namanya Mata Garuda kalau pembicaraan di antara Andi dan oknum satpam tidak terekam.

Oknum satpam ini belum menyebut kalau ia terlibat pencurian motor di mall. Bisnis antara oknum satpam dengan Andi berjalan cukup lancar, beberapa kali Andi memberikan kendaraan bagus pada oknum satpam tersebut.

Suatu ketika Andi mengajak oknum satpam tersebut mencuri kendaraan bermotor yang parkir di mall. Oknum satpam masih menolaknya. Ternyata modus pencurian ini melibatkan orang luar di mana satpam mengijinkan orang luar mengambil motor yang berada di parkiran.

Mata rantai pencurian ini sangat rapi. Untuk mengungkap ini, Mata Garuda memasukkan anggotanya dalam kelompok pencuri kendaraan bermotor. Berkat data berupa foto dan rekaman, Mata Garuda menemui kelompok pencuri yang beraksi di parkiran mall di Surabaya.

Pada awalnya beberapa anggota Mata Garuda dicurigai, tapi lama kelamaan mereka justru memberikan kepercayaan, karena sebelumnya anggota Mata Garuda menawarkan beberapa motor curian.

Pertemuan pertama, para penjaga kelompok ini melucuti semua barang elektronik termasuk ponsel milik anggota Mata Garuda. Selanjutnya kelompok ini mempercayai anggota Mata Garuda yang menyamar karena memberikan dagangan motor curian yang bagus-bagus.

Suatu ketika anggota Mata Garuda mengajak kelompok ini mencuri kendaraan bermotor di parkiran mall Surabaya. Ajakan ini diterima dengan senang hati dan tidak mengira kalau mendapat jebakan dari anggota Mata Garuda.

Akhirnya diadakan pertemuan untuk mencuri kendaraan bermotor di mall Surabaya. Kelompok ini menugasi Anggota Mata Garuda menghubungi satpam yang bertugas di mall tersebut.   

Segera saja anggota Mata Garuda menghubungi oknum satpam untuk meminta izin mencuri motor di parkiran mall. Tanpa berpikir panjang oknum satpam menyetujuinya dan tentunya harus memberikan uang terlebih dahulu.

Maka diadakan pertemuan antara anggota Mata Garuda dan oknum satpam. Tanpa dicurigai pertemuan ini direkam pihak Mata Garuda. Pada hari berikutnya aksi pencurian pun dilakukan.

Tapi sebelumnya pihak Mata Garuda sudah menyerahkan ke pengelola mall semua data pelaku, otak maupun oknum satpam yang terlibat dalam pencurian ini.

Pada saat anggota Mata Garuda beraksi melakukan pencurian, pihak pengelola mall sudah melakukan pengintaian. Belum sempat menyalakan sepeda motor, petugas satpam sudah meringkus anggota Mata Garuda.

Nampak oknum Satpam yang terlibat dalam pencurian bersikap tenang. Bahkan menginterogasi anggota Mata Garuda. Berkat informasi dari Mata Garuda semua anggota Satpam disuruh meninggalkan anggota Mata Garuda yang tertangkap ketika hendak mencuri.

Beberapa menit kemudian, oknum satpam disuruh menghadap pihak pengelola mall. Pihak pengelola sudah menyiapkan dan beberapa slide gambar yang memperlihatkan akan keterlibatannya.

Pada awalnya wajah oknum satpam nampak tegak, tiba-tiba tertunduk lesu setelah diperlihatkan data akan keterlibatannya dalam aksi pencurian di parkiran mall. Dari sinilah kemudian terungkap jaringan pencurian motor.

Anggota Mata Garuda yang menyamar sebagai pencuri tidak terlibat dalam interograsi. Tugasnya hanya memberikan informasi saja. Itulah sekelumit kerja yang telah dijalankan Mata Garuda.

Ungkap Korupsi

Kadang-kadang Mata Garuda juga mendapatkan tugas dari klien untuk mengungkap kasus korupsi di perusahaan. Tim Mata Garuda juga mempunyai tim ahli yang bisa mendeteksi bahkan membuka para pelaku korupsi.

Bagaimana trik yang dipakai, apakah sama dengan yang dipakai para penegak hukum di Indonesia? Kepada INTELIJEN Mata Garuda mengatakan untuk mengungkap kasus korupsi bisa dengan cara sederhana.

Salah satu anggota Mata Garuda mencontohkan jika seseorang menemukan indikasi bahwa kertas di kantornya sering habis. Anehnya, menurut perasaannya, penggunaan kertas sehari-hari tidak terlalu banyak.

Dari sini, dia mulai merasakan adanya satu masalah dan berusaha melakukan investigasi untuk mencari penyebabnya. Ternyata, ada informasi, seorang kawannya sering membawa kertas tersebut ke rumah.

Dalam investigasi yang dilakukannya, ia dapat menanyakan informasi tersebut ke temannya itu secara langsung. Bahkan, ia pun bisa datang ke rumah temannya untuk mengetahui berapa banyak kertas yang dibawa dan untuk apa kertas tersebut.  

Pihak Mata Garuda mengatakan investigasi korupsi idealnya melibatkan berbagai ragam pengetahuan. Beruntung, pihak yang terlibat di ICW memiliki latar belakang yang beragam. Kebanyakan masih berlatar belakang keuangan dan pengetahuan audit.

Tapi, selain kebutuhan akan latar pengetahuan yang beragam, investigasi idealnya juga membutuhkan investigator yang menyukai tantangan, pengetahuan yang luas, dan mempunyai idealisme.

Kata anggota Mata Garuda, melatih seseorang menjadi investigator membutuhkan kesabaran tersendiri. Seperti halnya melatih calon jurnalis, dari sepuluh orang yang dilatih, satu orang saja berhasil, itu sudah bagus.

Kebanyakan investigasi yang dilakukan Mata Garuda dimulai dari mendengarkan dan membaca laporan pengaduan dari klien. Permasalahan yang dilaporkan ada juga yang mudah dimengerti dan cepat diselesaikan.

Dari situ, disusun suatu gambaran permasalahan berupa skema-skema. Kemudian dilakukan riset terhadap aturan yang ada. Juga dilakukan pertemuan atau wawancara langsung ke pihak yang melaporkan.

Adapun tujuannya untuk menguji persepsi gambaran masalah. Setelah itu, jika diperlukan, dilakukan pengecekan ke lapangan dan melakukan pengamatan atau wawancara ke pihak terkait. (repro INTELIJEN)

Share Button