March 26, 2019

Mahendradatta: Kubu Petahana Ambruk Nilainya di ILC Edisi ‘Yang Terjerat UU ITE’

Rocky Gerung (detik)


intelijen – Keseruan debat dua kubu capres/cawapres di acana Indonesia Lawyers Club (ILC) edisi 5 Februari 2018 dengan tajuk “Yang Terjerat UU ITE”, tak kalah seru dengan debat Pilpres 2019 edisi pertama.

Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta menyimpulkan, kubu capres/cawapres Joko Widodo-Maruf Amin ambruk nilainya. “Narasi seindah apapun, tapi Gerakan Tubuh (Body Language) tidak akan bisa berbohong. Silahkan merasa hebat. Tapi tadi malam kubu petahana saya nilai ambruk nilainya #ILCYangTerjeratUUITE,” tulis Mahendradatta di akun Twitter @mahendradatta.

Penilaian Mahendradatta ini berdasarkan adu pendapat masing-masing kubu. Selain Rocky Gerung (RG), aktivis HAM Haris Azhar, yang juga pengacara Rocky Gerung, dinilai menguasai panggung debat ILC.

Pakar komunikasi politik dari UIN Syarief Hidayatullah, Edy Effendi, turut memberikan penilaian lebih kepada Rocky Gerung dan Haris Azhar.

“Melihat rekaman ILC semalam, kita harus banyak belajar dari @haris_azhar. Pikirannnya jernih, sistemaik dan logis. Dan harus belajar dari @rockygerung cara mementahkan statemen Donny cukup dengan kalimat “pada saat itu Donny adalah asisten saya….”,” tulis Edy di akun @eae18.

Sementara guru besar Universitas Indonesia (UI), Ronnie Higuchi Rusli, mengomentari bahasa tubuh ahli hukum Profesor Andi Hamzah saat menyimak pendapat narasumber.

“Prof Hamzah Ahli Hukum di ILC menyimak kalau RG yang bicara kalau yang lain dia tidak menoleh. Itu bukti kualitas,” kata Ronnie di akun @Ronnie_Rusli.

Sedangkan wartawan senior Ronald Ilyas Narpatisuta juga mengomentari penegasan Rocky Gerung yang membantah pernyataan dosen filsafat UI, Donny Gahral Adian. “Si Donny ngaco. ILC bukan forum pendidikan sehingg harus hati-hati, katanya. Secara implisit, dia berasumsi penonton ILC itu tolol. Justru RG mengajak publik berpikir abstrak/konseptual. Dan tampaknya publik mampu menyerapnya, kecuali yang memang memilih tetap tolol. #ILCYangTerjeratUUITE,” tegas Ronald Ilyas di akun @narpatisuta.

Di forum ILC, Haris Azhar mengungkapkan proses pemeriksaan Rocky Gerung di Kepolisian, hingga sikap tenang Rocky Gerung saat diperiksa.

Hariz juga mengomentari usulan tentang perlunya sebuah Perppu untuk menggantikan UU ITE yang lebih banyak makan korban di pihak oposisi.

“Sebagai presiden sebenarnya ada kesempatan dia untuk maju ke tengah publik, untuk dateng ke forumnya Pak Karni, ILC ini, bilang, stop, nggak usah pake Perppu, dia bicara saja itu punya dampak,” ujar Haris Azhar.

“Daripada dia membiarkan. Saya khawatir kalau dia nggak muncul, bung Jack (Jack Boyd Lapian, pelapor Rocky Gerung) ini akan melaporkan Maruf Amin nanti, karena Maruf Amin sudah mengaku menyesal memberikan kesaksian di kasusnya Ahok. Itu kan petunjuk juga. Tapi apakah perlu dia lapor ke polisi? ya kan karena dia kan Ahok network, BTP network. Ya kan, Maruf Amin itu kan orang yang memberi kesaksian memberatkan kepada Ahok. Tapi saya mau bilang nggak usah, nggak usah, nanti kita batal pemilu, gitu,” ucap Haris Azhar.

Share Button

Related Posts