February 24, 2019

Mahendradatta: Jangan Sotoy, Ustadz Baasyir tak Pernah Terbukti Terlibat Semua Teror Bom di RI

Ustadz Abu Bakar Baasyir (bbc)


intelijen – Perubahan sikap tidak saja di pihak penguasa, tetapi juga partai pendukung penguasa dalam menyikapi batalnya pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak awal mendukung pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB) dengan alasan kemanusiaan. Tetapi belakangan elit PSI juga mendukung pembatalan pembebasan ABB.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni menegaskan PSI menolak pembebasan ABB jika pimpinan Ponpes Ngruki itu menolak mengakui Pancasila dan NKRI. “PSI mengapresiasi sikap pemerintah yang mengkaji ulang rencana pembebasan bersyarat Abu Bakar Ba’asyir yang mengemuka ke publik setelah disampaikan Yusril Ihza Mahendra,” kata Juli Antoni kepada wartawan (22/01).

Secara khusus, Juli Antoni meminta Ustadz Baasyir untuk patuh pada sistem hukum Indonesia dengan memperlihatkan sikap tunduk pada aturan terkait syarat pembebasan, meskipun sebagai narapidana ABB telah menjalani dua pertiga masa pidana, seperti yang sudah diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Permasyarakatan Pasal 14 poin k.

Di sisi lain, Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta menegaskan bahwa ABB selalu mengikuti semua upaya hukum yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Mahendradatta menegaskan, ABB tidak pernah terbukti di pengadilan terlibat semua teror bom di Tanah Air.

“Ustadz Abubakar Baasyir tidak pernah terbukti di Pengadilan terlibat semua Teror Bom di Tanah Air, walau sudah dicoba dikait-kaitkan. Beliaupun selalu mengikuti semua upaya hukum yang pastinya berdasarkan Pancasila dan UUD45. Kalau tidak mengakui hukum yang berlaku, pasti tidak mau melakukannya,” tegas Mahendradatta di akun Twitter @mahendradatta.

Mahendradatta meminta semua pihak tidak berlebihan menuding ABB terlibat aksi terorisme. “Kasus yang pertama, Beliau dituding macam-macam teror termasuk Bom Bali gak taunya yang terbukti adalah urusan KTP, Kasus kedua dituduh Bom Marriot tapi tidak terbukti dan PK Bebas. Yang ketiga ini dibilang mendanai Latihan di Aceh karena sumbang 50 jt. Jangan sotoy, lihat putusan Pengadilannya,” tulis @mahendradatta.

Tak hanya itu, atas nama TPM, Mahendradatta menyatakan siap menjawab tuduhan dan gosip yang tak jelas soal ABB di pengadilan.

“TPM akan jawab semua tuduhan gosip gak jelas sekarang ini di Pengadilan. TPM adalah kelompok Advokat, yang utamanya jawab-menjawab itu di Pengadilan sehingga ada putusan hukumnya, bukan polemik di Medsos, Medmass, konpres, atau cara lain di luar Pengadilan. Tunggu saja,” tegas @mahendradatta.

Share Button

Related Posts