December 13, 2018

Lebih dari Sejuta Orang Tuntut CEO Facebook Lewat Petisi Online

ilustrasi


intelijen – Lebih dari satu juta masyarakat dari seluruh dunia menandatangani petisi online yang menuntut CEO Facebook Inc. Mark Zuckerberg bertanggung jawab atas kasus kebocoran data 87 juta pengguna Facebook. Petisi itu digelar setelah tak sedikit data pribadi pengguna diduga dimanfaatkan secara tidak wajar oleh Cambridge Analytica.

Petisi itu digalang melalui situs Avaaz.org. Sampai berita ini diturunkan, sudah 1.048.447 orang dari seluruh dunia yang menandatangani petisi online ini, dari target yang dipatok sebanyak 1,5 juta penandatangan petisi. “Kepada Mark Zuckerberg, CEO Internet dan regulator pemerintah; Cukup sudah cukup. Kami menyerukan kepada Anda untuk melindungi demokrasi kami segera,” tulis petisi tersebut, Kamis, 12 April 2018.

Sedikitnya ada empat tuntutan yang ditulis dalam petisi tersebut. Pertama, Facebook melibatkan auditor independen atas penyalahgunaan data penggunanya. “Katakan kebenaran tentang pengguna palsu dan kampanye disinformasi, termasuk melalui audit independen,” tulis petisi tersebut.

Kedua, meminta penghapusan akun palsu dan bot. Ketiga, bersikap terbuka dengan pengguna terkait penyebaran berita palsu, dan terakhir membendung penyebaran konten palsu dengan melibatkan pihak independen.

Seperti diketahui, Facebook terlilit kekacauan selama hampir satu bulan sejak terungkap kabar bahwa informasi pribadi milik jutaan penggunanya telah secara tidak wajar dipanen Cambridge Analytica. Cambridge Analytica merupakan perusahaan konsultan politik, yang salah satu kliennya adalah tim pemilihan Presiden Amerika Donald Trump.

Sebelumnya, saat bersaksi dalam sidang Komite Energi dan Perdagangan Kongres Amerika Serikat, di Gedung Capitol Hill, Washington DC pada Rabu, 11 April 2018, Mark Zuckerberg mengaku juga menjadi korban penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica. Namun Zuckerberg menolak dugaan anggota kongres bahwa pengguna tidak memiliki cukup kendali atas datanya di Facebook.

“Setiap kali seorang pengguna memilih membagikan sesuatu di Facebook, ada pengendalian. Ada di situ. Tidak terkubur dalam pengaturan di suatu tempat, tapi ada di situ,” kata Zuckerberg dalam sidang Komite Energi dan Perdagangan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, seperti dikutip Reuters, Rabu, 11 April 2018.

Zuckerberg juga menangkis permintaan untuk mendukung perundang-undangan tertentu. Ketika ditekan agar mendukung undang-undang yang akan mewajibkan perusahaan-perusahaan mendapatkan izin dari orang-orang sebelum membagikan informasi pribadi mereka, Bos Facebook ini setuju untuk membicarakannya lebih lanjut.

Share Button

Related Posts