October 17, 2018

Kumpulkan Lembaga Survei, Jokowi Tak Percaya Mesin Parpol?

Jokowi (ist)


intelijen – Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah pimpinan lembaga survei di Istana Merdeka, Kamis (31/5/2018). Pengamat politik sekaligus advokat Samuel Lengkey menilai, langkah tersebut dilakukan Jokowi lantaran mesin partai tidak seefektif lembaga survei.

Jokowi sadar dan tahu bahwa dia produk kekuatan lembaga survei sebagai mesin pencitraan paling efektif,” kata Samuel seperti dilansir TeropongSenayan, Jumat (1/6/2018).

Samuel mengungkapkan, bagaimana Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memerankan peran pertamanya dengan sangat baik, pasca Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendekati akhir jabatan, dan Jokowi yang sulit bersaing dengan Fauzi Bowo (Foke) sebagai calon gubernur petahana DKI Jakarta pada 2012 silam.

“Dan lembaga survei ada mesin cuci otak massal pilihan politik yang mampu menyihir publik dan mengalihkan pilihan politiknya ke Jokowi,” bebernya.

Untuk itu, sambung Samuel, Presiden Jokowi terus mengumpulkan lembaga survei.

Menurutnya, analisa sederhana seorang Jokowi dengan kapasitas penalaran sangat minim adalah lebih baik anggaran besar dimaksimalkan buat semua lembaga survei ketimbang diserahkan ke partai politik.

“Karena menyerahkan uang ke parpol, dimakan elite parpol dan tidak bisa diukur kinerjanya,” ungkapnya.

Sementara ke lembaga survei, lanjut dia, semua kinerjanya bisa dilihat nyata. “Kalau cuma rekayasa data bagi lembaga survei sangat mudah, itu kerjaan akademik untuk kepentingan politik,” cetusnya.

“Hasil analisa hukum dan analisa dokter aja bisa terjadi rekayasa, apalagi cuma metodologi survei,” pungkasnya.
Sumber: TeropongSenayan

Share Button

Related Posts