March 27, 2019

KPK Pantau Kemenpora Sebelum Asian Games 2018

Kemenpora (ist)


intelijen – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah memantau Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sejak sebelum gelaran Asian Games 2018.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, saat itu pihaknya sudah melihat adanya indikasi-indikasi pelanggaran di Kementerian yang dipimpin politikus PKB Imam Nahrawi.

“Kami mulai mengikuti ini sejak lama ya, awal-awal sebelum Asian Games 2018 banyak indikasi,” kata Saut di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018) malam.

Namun, menurut Saut, KPK tak dapat melakukan tindak lanjut karena belum ditemukannya petunjuk-petunjuk lanjutan.

Saat itu, menurut Saut, KPK juga memprioritaskan kesuksesan perhelatan event internasional itu.

“Tapi kita nggak bisa memperoleh lebih lanjut. Apalagi ketika itu kita dalam rangka menerima tamu-tamu (manca negara), sehingga kemudian kita memprioritaskan selesai dululah kegiatan pesta besar itu. Tapi sebenarnya, sebelum kegiatan itu, kita sudah dapat indikasi-indikasi yang kemungkinan kita bisa lihat bagaimana proses selanjutnya di dalam pemeriksaan kasus ini,” paparnya.

Diketahui, hari ini KPK juga memeriksa asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Kemenpora dan KONI.

Miftahul ditanyai soal kaitannya dalam kasus dugaan suap dana hibah dari Kemenpora untuk KONI.

“Saya baru dapat update selain 12 orang yang diperiksa tadi. Yang ditanya memang sudah datang satu lagi, inisial MU (Miftahul Ulum). Masih diperiksa,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah seperti dikutip detik.com.

“Nanti dilihat lebih lanjut dalam pemeriksaan ini kaitannya langsung atau tidak langsung perkara suap bantuan Kemenpora ke KONI ini,” sambung Febri.

KPK saat ini belum bisa menyimpulkan ada atau tidaknya keterlibatan Miftahul dalam kasus tersebut. Namun, dia disinyalir punya peran signifikan.

“Saya belum bisa simpulkan itu, tapi indikasinya memang peran yang bersangkutan signifikan, ya. Kita lihat dulu, bisa saja dia membukanya. Karena kalau kita lihat jabatannya, bisa kita lihat seperti apa peranannya. Ada beberapa yang tidak confirm satu sama lain,” jelasnya.

KPK sebelumnya telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI ink. Mereka ialah:

a. Diduga sebagai pemberi:

– Ending Fuad Hamidy sebagai Sekjen KONI

– Johnny E Awuy sebagai Bendahara Umum KONI

b. Diduga sebagai penerima:

– Mulyana sebagai Deputi IV Kemenpora

– Adhi Purnomo sebagai pejabat pembuat komitmen pada Kemenpora dkk

– Eko Triyanto sebagai Staf Kemenpora dkk

KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu Rp 3,4 miliar.
Sumber: TeropongSenayan

Share Button

Related Posts