October 19, 2018

KPK Isyaratkan Buka Penyelidikan Baru Terkait Pencucian Uang Setnov

Agus Rahardjo


intelijen – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengisyaratkan, sedang membuka penyelidikan baru terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Ketua DPR, Setya Novanto (Setnov).

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Agus Rahardjo saat dikonfirmasi terkait pemeriksaan istri Setnov, Deisty Astriani Tagor, pada 31 Mei 2018 lalu, yang berkaitan dengan penyelidikan baru e-KTP.

“Mungkin (pemeriksaan Deisty) untuk TPPU-nya (Setnov) mungkin, saya perlu mendalami, kalau proposalnya baru kemarin kan saya ‎belum dapat laporan, ya kan, laporannya kan nanti baru setelah melakukan pemeriksaan, lalu ada ekspose,” kata Agus usai memberikan sambutan dalam acara bagi-bagi sembako ke pegawai KPK, di Gedung Penunjang KPK, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).‎

Agus belum dapat memastikan dengan jelas apakah penyelidikan baru kasus e-KTP terkait dengan pencucian uang Setnov atau bukan. Sebab, kata Agus, bisa juga penyelidikan itu untuk tersangka baru e-KTP.

“Makanya saya ragu-ragu itu yang mana, apakah ada pengembangan tersangka baru atau TPPU, itu nanti (dilihat),” pungkasnya.‎

‎KPK sendiri telah menjerat delapan orang dalam kasus korupsi e-KTP. Delapan orang tersebut yakni, Irman; Sugiharto; Andi Agustinus alias Andi Narogong; Markus Nari; Anang Sugiana Sudihardjo; Setnov; Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

dapun dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta mantan Ketua DPR RI, Setnov sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Kemudian, untuk Anang Sugiana Sudihardjo masih dalam proses persidangan.

Sementara itu, Markus Nari, Irvanto Hendra Pambudi, dan Made Oka Masagung masih dalam proses penyidikan di KPK. Kedelapan orang itu diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Share Button

Related Posts