October 21, 2018

Kobi Investigator, Bongkar Persaingan Bisnis a la James Bond

Ilustrasi (GDSMnews)


Ilustrasi (GDSMnews)

INTELIJEN.co.id – Dinginnya kota Malang tidak menghalangi panasnya persaingan dua perusahaan air mineral terbesar di Indonesia. Dalam beberapa hari kota Malang digegerkan adanya keracunan akibat minum air mineral.

Akibatnya beberapa agen terbesar menghentikan sementara distrubusi dari pabrik tersebut. Dilihat dari kadaluarsa minuman tersebut, ternyata masih jauh. Kondisi ini membuat bingung manajer distribusi air mineral di kota apel itu.

Sebut saja Jhoni. Ia pun mencurigai bagian pengawasan terlibat dalam menghancurkan produk ini, tapi ia tidak mempunyai bukti. Ada pikiran lain, pemalsuan produk air mineral ini.  

Kasus keracunan air mineral membuat pikiran Jhoni kalut. Ia pun teringat ucapan kawannya yang menyarankan meminta Kobi Investigator untuk menyelidiki kasus ini. Tanpa berpikir panjang, ia pun menghubungi Afianto, pemilik Kobi Investigator.

Akhirnya mereka mengadakan pertemuan di salah satu kafe di Malang. Pertemuan dilakukan sore hari. Jhoni sudah membawa berkas-berkas berita dari koran yang menyudutkan produksi air mineral tempat ia bekerja.  

Sambil diselingi musik jazz dan ditemani hangatnya kopi tak lupa rokok ditangannya, Afianto cukup serius membaca berkas-berkas yang dibawa Jhoni. Tidak lama kemudian ia pun menyanggupi menyelesaikan kasus ini.

Afianto meminta Jhoni untuk diberi kebebasan melakukan penyelidikan di dalam pabrik. Kata Afianto, untuk mengungkap kasus ini, harus melakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang terlibat dalam pengepakan, gudang maupun bagian laboratorium dan unit lainnya.

Tidak ketinggalan ia akan menyelidiki beberapa tempat pemalsuan produk air mineral ini. Di Malang sendiri, usaha air mineral yang dikelola industri rumah tangga berkembang pesat.

Waktu itu, ia menyamar menjadi karyawan di bagian pengepakan, dalam waktu singkat ia sudah banyak bergaul dengan karyawan bagian ini. Pria yang hobi berpetualang ini tidak mendapati divisi pengepakan barang melakukan kegiatan yang mencurigakan.

Keistimewaan Kobi Investigator memberikan laporan setiap jam dan dalam sehari selalu memberikan analisa laporan.

Ia pun melanjutkan penyelidikan di bagian laboratorium, karena biasanya pihak kompetitor memanfaatkan orang-orangnya yang bekerja di bagian ini. Ia pun mendekati satu karyawan laboratorium untuk dijadikan orang kepercayaannya.

Kata Afianto, orang kepercayaan ini tidak akan menyadari kalau dijadikan agen untuk melakukan penyelidikan. Pria kelahiran Surabaya ini telah melakukan pendekatan sebelumnya. Biasanya ia memilih perempuan, karena dalam bekerja lebih teliti.

Saat INTELIJEN mendesak menanyakan, apakah pendekatan terhadap perempuan itu dijadikan pacar? Ia pun mengakuinya. Kata Afianto, seorang pacar tentunya akan melakukan pengorbanan bila pacarnya memerlukan sesuatu, termasuk data laboratorium.

Menurut Afianto, film atau cerita detektif sangat membantu pekerjaannya.

“Boleh dibilang bekerja sebagai detektif swasta seperti film James Bond yang pandai menaklukan wanita,” kelakarnya.

Dengan pendekatan terhadap perempuan ini, Afianto mendapati informasi bahwa salah satu staf laboratorium mau berhenti bekerja dengan alasan berwiraswasta. Afianto pun jadi pemasaran dan mencurigai orang ini sebagai otak kisruhnya perusahaan air mineral yang terbesar di Indonesia.

Ternyata yang dicurigai Afianto, pria yang menduduki wakil kepala laboratorium perusahaan mineral ia bekerja. Selanjutnya Afianto mengumpulkan data-datanya mulai nomor ponsel dan alamat rumah.

Rumahnya cukup mewah, luas dan tertutup. Orang yang tidak kenal sama penghuninya akan berfikir untuk memasuki rumah tersebut.

Afianto pun mencoba mendekati sopirnya. Ia tinggal dirumah dan sangat jarang sekali keluar rumah, karena selain sebagai sopir, merangkap juga sebagai tukang kebun.

Beberapa hari dalam pengawasannya, sopir ini jarang keluar rumah, terpaksa dengan sabar, ia mengawasi dari kejauhan dan mengikuti arah perginya pria pemilik rumah itu.

Sebelum mengakhiri masa kerjanya di perusahaan mineral, ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya. Dalam beberapa hari aktivitasnya, pria ini tidak mencurigakan, seperti bertemu seseorang atau mengadakan rapat di rumahnya.

Ponsel Afianto berdering suara sms, nampak dari layarnya nama perempuan yang jadi teman dekatnya menginformasikan wakil kepala laboratorium mau mengadakan perpisahan dengan sesama rekan kerjanya.   

Karena mendapat akses langsung pimpinan perusahaan, ia dapat mengikuti acara perpisahaan. Dalam sambutan perpisahannya pria yang kental dengan akses Jawa Timurnya mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya dalam menjalankan kerja.

Afianto dengan tekun mengamati acara ini. Ia pun sempat kenalan dan bersalaman. Pria yang dalam penyelidikan Afianto ini sangat ramah sekali. Sekitar jam 1 siang acaranya selesai. Dan mulai hari itu, pria tersebut sudah tidak bekerja di perusahaan air mineral.

Ada beberapa staf terharu dan meneteskan air mata, atas etos kerja pria ini.

“Beliau itu kerjanya sungguh-sungguh dan selalu menghargai anak buahnya,” ungkap salah satu staf laboratorium.

Tanpa diduga setelah acara perpisahan, pria ini meluncur ke hotel di Malang. Ternyata di restoran hotel sudah menunggu beberapa orang yang berpakain rapi, berjas dan berdasi. Ketika bertemu mereka sangat hormat dengan menundukkan kepala.

Penyelidikan

Afianto pun merekam kegiatan mereka, tapi belum tahu isi pembicaraanya. Kalau ia masuk restoran tentunya menimbulkan kecurigaan pertemuan mereka, karena pria yang hadir dalam pertemuan itu mengenali Afianto.

Sambil menunggu di ruang lobi dan membaca koran. Setelah acara mereka selesai, Afianto masuk ke restoran. Sambil memesan makanan ia meminta keterangan pelayan maupun petugas kasir.

Afianto melakukan pendekatan dengan salah satu pelayan hotel tersebut. Rayuan gombal pun ditebarkan dan tidak lupa meminta nomor ponselnya. Dari sinilah ia bisa meminta bantuan pelayan ini untuk mendapatkan pertemuan yang dilakukan mantan kepala laboratorium perusahaan air mineral tersebut.

Afianto pun tidak segan-segan mengantar berangkat dan pulang pelayan tadi. Ningsih, sebut saja pelayan itu. Tidak ketinggalan pula Afianto mengawasi kegiatan mantan wakil kepala laboratorium dalam kesehariannya.

Memang, dalam beberapa hari pria itu sering mengadakan pertemuan di restoran yang sama. Ningsih mendapat tugas untuk mengambil gambar atau merekam beberapa isi pembicaraan mereka.

Berkat rayuan gombal Afianto, hati ningsih luluh juga, bagai orang jatuh cinta, semua yang diperintahkan Afianto diikuti Ningsih.

Restoran tempat ningsih bekerja terdapat pertemuan dengan orang yang diawasi Afianto. Dengan sopan Ningsih mempersilahkan mereka untuk duduk dan menawari pesan makanan.

Sebuah pen kamera yang dipasang Ningsih mengawasi yang hadir dalam pertemuan tersebut. Karena sebagai pelayan, Ningsih tidak mengetahui isi pembicaran. Saat meletakkan makanan Ningsih sempat menanyakan pemesanan tempat untuk acara pertemuan selanjutnya.

“Mbak besok kita pesan meja yang pojok, “ ungkap salah satu pria sambil menunjukkan tempat yang dituju. Ningsih pun menganggukan kepala.

Informasi ini diberikan Ningsih pada Afianto. Ia pun memberikan Ningsih beberapa alat rekam untuk ditaruh dibawa meja atau pot bunga. Alat perekam ini sangat peka sekali dan bisa dikendalikan dari jarak jauh.

Hari berikutnya, sekitar jam 06.30 pagi ningsih sudah datang. Beberapa cleaning service menanyakan “tumben ning, masuknya pagi,” ungkapnya. “Ada tugas yang harus diselesaikan,” sahut Ningsih.

Ningsih tengak tengok jika ada seseorang yang mencurigainya saat menaruh sesuatu di bawah meja dan di dalam pot bunga.  Setelah situasi aman, ia pun menaruh alat-alat tersebut. Teman-teman kerjanya pun tidak mencurigai kedatangannya yang lebih awal.

Waktu beranjak siang, rombongan mantan wakil ketua labarotarium menempati tempat yang telah dipesannya. Seperti biasanya Ningsih menawari makanan. Sambil menyiapkan makanan, ia menyalakan alat rekamannya.

Seperti sudah diskenariokan, setelah mereka meninggalkan restoran, Afianto datang dan menempati meja yang digunakan rapat. Ia pun memasan makanan. Tanpa sepengetahuan petugas restoran ia mengambil alat perekam di bawah meja dan pot bunga.

Ia pun keluar dari restoran dan menuju rumahnya untuk membuka rekaman. Ternyata yang selama ini ia curigai betul adanya. Tapi modus yang digunakan bukan memberi lumut atau lainnya tapi memanfaatkan warga untuk memalsukan produk air mineral tersebut. Dan itu dilakukan pesaingnya.

Segera saja, Afianto melaporkan hasil temuannya ke Jhoni yang telah memberikan tugas untuk melakukan penyelidikan ini. Kata Afianto, tugasnya hanya memberikan hasil temuan, untuk masalah hukum diserahkan pada perusahaan yang bersangkutan.

Agen Asing

Kepada INTELIJEN pria kelahiran 25 Maret 1976 ini memulai usahanya setelah bergabung dengan dinas intelijen asing. Ia melihat peluang bisnis ini cukup besar. Usaha yang dirintis lulusan Psikologi Universitas Brawijaya mulai 2006.

Ia mulai bergabung dengan intelijen asing sejak 1999, Afianto sendiri tidak sengaja mengirim CV melalui internet. Selang satu bulan seseorang bernama Kobi menelpon dan mengajak pertemuan di Hanoi Vietnam.

Kobi pun menjamin semua biaya pemberangkatan, paspor maupun penginapan. Untuk menemui Kobi ia harus berpindah dua pesawat dan transit di Singapura terlebih dahulu.

Saat sampai di Vietnam, Afianto ketemu dengan Kobi dan diminta menjadi salah satu agen unit rahasia asing. Ia pun menjanjikan untuk mengikuti pelatihan intelijen di negara yang memiliki intelijen terbaik dunia.

“Saya empat tahun kursus intelijen di negara tersebut,” ungkapnya.

Kata Afianto, pemberian nama Kobi ini diilhami seseorang yang menelponnya untuk bergabung dengan intelijen asing. Ia mendapat tugas mencari informasi pergerakan Islam radikal di Indonesia.

Saat didesak INTELIJEN terkait membocorkan rahasia negara, Afianto menolaknya.

“Saya tetap NKRI, tugas saya ini untuk keamanan Asia Tenggara dan Indonesia karena munculnya terorisme dari Islam radikal,” ungkapnya.

Sampai saat ini, ia selalu memberikan laporan intelijen terkait pergerakan Islam radikal tempat ia bekerja. Bahkan dalam pengakuannya untuk mendapatkan data yang valid ia masuk dalam organisasi Islam radikal.

“Sampai saat ini, beberapa orang Islam radikal bersahabat dengan saya. Pergerakan mereka di Jawa sudah saya ketahui,” ungkapnya. (repro INTELIJEN)

Share Button