April 22, 2018

Koalisi Jokowi Tantang Kubu Oposisi Adu Gagasan, Bukan Tebar Fitnah

Jokowi (ist)


intelijen – Koalisi Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa salah satu isu yang dimainkan oposisi untuk menyerang pemerintah yakni kebijakan utang. Namun, utang yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK dinilai baik.

Sekjen NasDem, Johnny G Plate mengatakan, managemen utang Indonesia baik dan kualitas utang juga jauh lebih baik. Utang dilaksanakan secara pruden dan akuntabel. Pemerintah melalui menteri keuangan telah berulang kali menjelaskannya kepada masyarakat

“Namun ada saja elit yang tidak paham atau pura-pura tidak paham dan menjadikan utang sebagai isu politik murahan,” kata Johnny saat dihubungi merdeka.com, Kamis (5/4).

Bank Indonesia (BI) melaporkan, utang luar negeri (ULN) akhir November 2017 tercatat USD 347,3 miliar atau sekitar Rp 4.636,455 triliun (kurs Rp 13.350 per USD).

Anggota DPR dari Fraksi NasDem ini pun menyayangkan serangan-serangan yang dilakukan oposisi tanpa dasar yang jelas. Bahkan cenderung fitnah. Dia pun menantang, partai koalisi di luar Jokowi untuk adu gagasan.

“Kami harapkan kontestasi gagasan, bukan tebar finah. Namun hingga saat ini pihak sebelah belum ada gagasan atau program yang disampaikan selain kritik terhadap kebijakan pemerintah,” kata dia lagi.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut Indonesia adalah negara yang kaya. Namun, mirisnya pemerintah seperti dijajah oleh utang karena hampir semua potensinya dikuasai oleh asing.

Hal itu disampaikan saat pidato dalam acara tur ‘Prabowo Menyapa Warga’ di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung, Jumat (30/3).

Dalam kesempatan itu, ia pun membandingkan luas wilayah negara Indonesia yang sama dengan benua eropa yang terbagi dalam 27 negara.

“Memprihatinkan, negara kita hidup dari utang. Kalau tidak utang, enggak bisa gajian,” katanya.

“Yang kita alami adalah kita ini susah sekarang. (Untuk mengatasi kemiskinan) nanti, selalu nanti. Sekarang ke mana? Yang bisa dilakukan (pemerintah) adalah mencetak utang untuk bayar pinjaman tahun lalu,” jelasnya.

Sumber: Merdeka

Share Button

Related Posts