December 12, 2018

Klaim Bisa Intervensi Kejagung, Demokrat: Jack Lapian Bohong Besar! Siap Saja Hadapi Kejaksaan

Jack Lapian (cnnindonesia)


intelijen – Upaya loyalis Joko Widodo Jack Lapian melaporkan komunikator Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri berujung anti klimaks.

Tak hanya dilaporkan balik oleh Ferdinand, kader PDIP ini menghadapi masalah baru. Jack terbukti telah berbohong karena mengklaim bisa mengintervensi Kejaksaan Agung soal pemunculan data kasus perkara Jack di masa lalu yang diunggah di website Kejagung.

Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon telah mengklarifikasi klaim Jack tersebut melalui akun Twitter Kejagung @KejaksaanRI maupun mendatangi langsung Kejagung.

“Terimakasih @KejaksaanRI atas jawabannya: #KejaksaanTIDAKBISADirequest! Jelas sudah apa yang disampaikan @JackBoydLapian kemarin sepenuhnya BOHONG BESAR. Bersiaplah Anda menerima tindakan lanjutan dari Kejaksaan atas tulisan itu,” tegas Jansen di akun Twitter @jansen_jsp.

Sebelumnya akun @KejaksaanRI menjawab pertanyaan @jansen_jsp: “Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang melaksanakn kekuasaan di bidang penuntutan & kewenangn lain berdasarkan UU yang dilaksanakn secara merdeka (UU No.16/2004 Tentang Kejaksaan RI). #KejaksaanTIDAKBISADirequest oleh pihak manapun dan untuk kepentingan apapun.…”.

Jansen pun meminta Jack Lapian untuk bersiap-siap terkait penyataannya sebelumnya bahwa data perkara kasus pribadinya tetap muncul di website Kejagung atas permintaan Jack.

“Sampai 2 kali @KejaksaanRI menjawab di TL saya #KejaksaanTIDAKBISADirequest untuk menjawab tidak benar atas request @JackBoydLapian lah perkara PRINT-1026/0.1.14/Ep.1/08/2011 masih ada di website Kejagung. Terbukti sudah kamu BOHONG Jack. Bersiaplah. Angin kau tabur badai kau tuai,” tegas @jansen_jsp.

Awalnya Jansen mengulik data perkara di website Kejagung. Jansen menemukan berkas perkara bernomor 1026/0/1/14/Ep.1/08/2011 atas kasus pidana Jack Lapian.

Saat dikonfirmasi, Jack di akun @JackBoydLapian menulis: “Semua orang punya masa lalu. Asmara dengan klien yang “bypass” langsug ke anak buah saya di EO jadi YUDAS. Masalah sudah clear. Sengaja saya request tidak hapus di website agar semua Rekam jejak digital bisa terbuka.”

Klarifikasi @JackBoydLapian itu justru memunculkan masalah baru. “Hahaa.. Memang anda siapa?? Kok merasa lebih tinggi dari Jaksa Agung dan Presiden saja. Karena permintaan anda informasi itu tidak dihapus. Dan kejagung menuruti! Admin @KejaksaanRI tolong dijawab itu! Apa benar kalian mencantumkan informasi itu karena permintaan dia? Kena lagi anda ini.” Tegas @jansen_jsp.

Share Button

Related Posts