December 18, 2017

Kisah Panglima TNI Didesak Para Perwira Muda untuk Kudeta Presiden Soeharto

Jenderal M Jusuf


intelijen – Jenderal M Jusuf menjabat Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dari tahun 1978 hingga 1983. Di masa kepemimpinannya, kesejahteraan prajurit TNI benar-benar diperhatikan. Tak cuma itu, Jenderal Jusuf juga memodernisasi persenjataan TNI sehingga kembali disegani di Asia Tenggara.

Tak heran dia dicintai prajurit dan masyarakat. Hingga muncul desas-desus Jenderal Jusuf bernapsu untuk menggantikan Soeharto menjadi presiden Indonesia. Kabar inilah yang dipercayai Soeharto walau Jenderal Jusuf membantah punya ambisi tertentu.

Bahkan saking kesalnya Jenderal Jusuf pada isu-isu itu sampai dia menggebrak meja dalam satu pertemuan dengan Presiden Soeharto dan para pejabat negara.

“Bohong! Itu tidak benar semua! Saya ini diminta untuk jadi Menhankam/Pangab karena perintah Bapak Presiden. Saya laksanakan perintah itu sebaik-baiknya tanpa tujuan apa-apa,” kata Jenderal Jusuf keras.

Sepanjang sejarah, hanya Jenderal Jusuf yang berani gebrak meja di depan Presiden Soeharto.

Hubungan keduanya menjadi dingin. Pada bulan Januari 1983, Soeharto memberi tahu jika posisi Panglima akan diserahkan pada Letjen Benny Moerdani.

Sebagai prajurit, Jenderal M Jusuf menerimanya. Dia sudah tak kaget mendengar hal itu.

Pada bulan Februari, tiba-tiba Jenderal Jusuf kedatangan tamu seorang Mayor yang membawa surat rahasia. Perwira muda pasukan elite itu meminta bertemu langsung dengan Jenderal Jusuf. Intinya ada sejumlah perwira muda yang siap bergerak untuk Jenderal M Jusuf dan menyelamatkan negara.

Sang mayor juga meminta Jenderal M Jusuf hati-hati karena diawasi oleh semua orang di dekatnya. Dia juga menyebut rumah dan kantor Jenderal Jusuf telah disadap.

“Jangan percaya siapa saja. Bapak sedang diamati. Jangan percaya Sespri, pengawal pribadi, pembantu rumah tangga,” demikian isi surat tersebut.

Jenderal Jusuf segera meminta diadakan pertemuan dengan perwira tersebut. Dipilihnya tempat di Markas Pasukan yang terletak di Jakarta Timur. Tempat Jusuf yakin dia aman.

Share Button

Related Posts