October 20, 2018

Kim Jong-un Dikabarkan Takut Dibunuh Dalam Pertemuan dengan Trump di Singapura

Kim Jong un


intelijen – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan takut dibunuh dalam perjalanan menuju Singapura untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 12 Juni mendatang. Pertemuan di Singapura itu akan membuat Kim berada jauh dari negaranya sejak dia berkuasa pada 2011.

“Kim sangat cemas tentang faktor keamanan dalam pertemuan nanti dan dia sangat takut dibunuh,” ujar dua sumber kepada Bloomberg, seperti dilansir laman Business Insider, Rabu (6/6).

Kim sejak lama takut dibunuh, bahkan di dalam negerinya sendiri. Sebagai pemimpin dari negara yang kerap mengancam AS dengan perang nuklir, Kim nanti akan naik pesawat melintasi wilayah udara internasional menuju sebuah negara netral yakni Singapura.

Dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Zona Larangan Militer di perbatasan dua Korea pada April lalu Kim berangkat dengan pengawalan superketat dari pihak keamanan.

Korea Utara sebenarnya tidak memiliki Angkatan Udara yang mumpuni dan mereka akan menempatkan Kim di pesawat sipil di atas wilayah yang penuh dengan ancaman serangan roket dari darat ke udara dan jet tempur AS berada di mana-mana. Peristiwa ditembak jatuhnya pesawat komersil Malaysia Airlines MH17 di Ukraina membuktikan ancaman itu tidak bisa diabaikan.

Komentar dari Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton yang membandingkan Korut dengan Libya (Qadafi dibunuh oleh pemberontak yang didukung AS) menimbulkan kekhawatiran bagi Kim.

Kakak tiri Kim, Kim Jong-nam, dibunuh dengan racun ketika berada di Malaysia. Diduga pembunuhannya atas perintah Kim Jong-un.

Dalam pertemuan di Singapura nanti Kim lebih rawan dibunuh ketimbang Trump. Kim mewarisi kepemimpinan dinasti alias keluarga sedangkan Trump hanya seorang presiden.

Jika Kim tewas tanpa pengganti maka negaranya akan kacau. Jika presiden AS tewas, sudah ada prosedur mapan pergantian kepemimpinan dan jika Korea Utara terlibat dalam pembunuhan presiden AS maka balasannya tentu akan setimpal.

Singapura sudah menyatakan akan menjamin keamanan pertemuan Kim dan Trump, termasuk memblokir sejumlah kawasan dan melarang jadwal penerbangan ketika pertemuan berlangsung.

Share Button

Related Posts