December 11, 2018

Ketum Pemuda Muhammadiyah Yakin Polisi dan Jokowi Tahu Penganiaya Novel Baswedan

Joko Widodo dan Tito Karnavian (kompas)


intelijen – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak terus mendorong pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Dahnil pun mengungkapkan kegusarannya atas lambatnya kepolisian menyelesaikan kasus Novel Baswedan. Bahkan, Dahnil menyatakan telah hilang kepercayaan kepada Kepolisian dan Presiden Joko Widodo terkait kasus Novel.

“Terus terang kami kehilangan kepercayaan terhadap Kepolisian dan Presiden terkait Kasus Novel Baswedan. Saya yakin kepolisian tahu kok pelakunya, pun demikian pula Presiden, ini masalah keberpihakan saja,” tegas Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai, Presiden Joko Widodo tidak perlu terus didesak-desak untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Sebab, masih banyak hal besar lain yang harus dipikirkan oleh Jokowi.

“Beri kesempatan Presiden untuk berpikir yang lebih strategis, lebih besar,” kata Moeldoko seperti dikutip kompas (27/04).

Moeldoko mengatakan, sampai saat ini Presiden menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk menemukan pelaku penyerangan Novel.

Presiden masih meyakini kepolisian bisa menemukan pelakunya, meski penyerangan terhadap Novel sudah terjadi satu tahun lalu. “Kalau semua Presiden mengurusi hal-hal yang begitu nanti Presiden…,” kata Moeldoko tak melanjutkan kalimatnya.

Dosen Fisip Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Putra Batubara menanggapi pernyataan Moeldoko tersebut. “Taroklah kasus teror terhadap Novel itu kecil, lah urusan kecil aja gak mampu dituntaskan apalagi yang besar-besar pak @GeneralMoeldoko?,” sindir Putra di akun @siputrabatubara.

Share Button

Related Posts