February 24, 2019

Ketua PA 212 Tersangka, Pemikir Islam: Banyak Orang Ditangkap! Gak Kebayang Kalau Jokowi Menang

Joko Widodo (ist)


intelijen – Cepatnya proses penetapan ‘tersangka’ terhadap Ketua PA 212 Ustadz Slamet Maarif semakin menambah bukti hukum yang tajam ke bukan kawan, tapi tumpul ke kawan.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menanggapi penetap status tersangka terhadap Slamet Maarif.

“Cepatnya proses penetapan ‘tersangka’ terhadap Ust Slamet Maarif, makin menambah bukti hukum yang tajam ke bukan kawan, tapi tumpul ke kawan. Bandingkn dengan laporan-laporan pelanggaran hukum yang sudah lama diadukan oleh Neno W, Fadhli Z dll, tak kunjung ada progresnya. Padahal hukum harusnya ditegakkan denga adil,” tulis Hidayat Nur Wahid di akun Twitter @hnurwahid.

Senada dengan HNW, pemikir Islam dari UIN Syarief Hidayatullah Edy Effendi, menyoal kondisi penegakan hukum di Indonesia yang belakangan “banyak orang ditangkap”, termasuk Slamet Maarif.

“Hidup di zaman @jokowi, kok ngenes sekali ya. Banyak orang ditangkap. Umat Islam dipecah belah. Pertumbuhan ekonomi mangkrak. Ini fakta kok. Gak usah ngeles. Gak kebayang kalau Jokowi menang,” tulis Edy di akun @eae18.

Menurut Edy, “cara memukul lawan” yang dilakukan capres nomor urut 01 itu tidak elegan. “Cara Pak @Jokowi kampanye norak, kampungan, gak cerdas, gak intelek. Pak, sampeyan memang gak punya visi. Cara memukul lawan gak elegan,” tulis @eae18.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga memberikan komentar soal status tersangka Slamet Maarif. “Apa sih gunanya memenjara orang hanya karena sering berbeda pendapat? #2019AwalPerubahan,” tulis Fahri di akun @Fahrihamzah meretweet tulisan bertajuk “Ketua PA 212 Slamet Maarif Ternyata Sudah Berstatus Tersangka”.

Sedangkan Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon menilai, penetapan tersangka Slamet Maarif, vonis Ahmad Dhani dan termasuk pemeriksaan Rocky Gerung merupakan upaya pembungkaman kritik dan menghambat perjuangan Prabowo-Sandi.

“Saya lihat ini adalah bagian dari upaya untuk membungkam kritik. Sekaligus juga menghambat kerja BPN untuk memenangkan Prabowo-Sandi,” kata Fadli Zon seperti dikutip rmol (11/02).

Kesimpulan itu, kata Fadli, berdasarkan maraknya penangkapan sejumlah tokoh dan tim sukses paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi yang terjadi menjelang Pilpres 2019. Fadli Zon menduga penangkapan dan penetapan tersangka kepada pihaknya seperti sengaja ditarget oleh pihak tertentu.

Share Button

Related Posts