February 24, 2019

Kepolisian Tebang Pilih Kasus Ahmad Dhani dan Ruhut Sitompul, Tito Karnavian Ditantang Mundur

Ruhut Sitompul (merdeka)


intelijen – Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Polri telah gagal menerapkan hukum yang adil atas kasus pelaporan penghinaan yang dilakukan advokat Ruhut Sitompul. Karena di sisi lain, proses hukum terhadap musisi kondang Ahmad Dhani sangat cepat.

Kesimpulan itu disampaikan praktisi hukum senior Ach. Supyadi. Supyadi pada Agustus 2016 telah melaporkan Ruhut ke Bareskrim Mabes Polri dengan dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos), yakni akun Twitternya. Laporan tersebut bernomor LP/764/VIII/2016/Bareskrim tanggal 1 Agustus 2016.

“Kasus Ruhut yang mengatakan anjing ke saya sampai sekarang tidak diproses oleh kepolisian, padahal sudah resmi saya laporkan, sementara kasus AD yang hanya bilang meludahi prosesnya begitu cepat, bagi saya Kapolri Tito telah gagal menerapkan hukum yang adil atas kasus saya ini,” tulis Supyadi di akun Twitter @adv_supyadi.

“Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian benar-benar tidak adil terhadap laporan saya dengan terlapor Ruhut Sitompul karena dari tahun 2016 sejak saya membuat laporan polisi sampai dengan saat ini proses hukumnya tidak jelas,” tambah @adv_supyadi.

Supyadi pun menantang Tito Karnavian untuk pensiun dini dari kepolisian. “Bagaimana jika Kapolri pensiun dini saja ketimbang tidak punya ketegasan memimpin Polri yang pada akhirnya aduan seperti ini jadi korban dan sampai sekarang tidak jelas prosesnya,” tegas @adv_supyadi.

Fakta lain tentang proses hukum yang tidak jelas dipaparkan Supyadi. Supyadi menyebut kasus penyiraman air keras ke penyelidik senior KPK Novel Baswedan tidak mampu diungkap kepolisian.

“Fakta lainnya, sampai saat ini Polri di bawah kepemimpinan Jend. Tito Karnavian TIDAK MAMPU ungkap pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, kasihan Novel Baswedan yang sampai dengan saat ini masih belum mendapatkan keadilan atas kasus yang menimpanya,” beber @adv_supyadi.

Ruhut Sitompul di akun @ruhutsitompul menanggapi kicauan @adv_supyadi. Ruhut menuding Supyadi menggunakan cara murahan untuk cari popularitas. “Ha ha ha mau beken bikin prestasi dong bukan Cari Populer dengan Cara Murahan Sok nantangi Orang Beken Kapolri Pak Tito nggak level ka’cian deh Shalom,” balas @ruhutsitompul.

Supyadi pun menegaskan, usai Pilpres 2019 dirinya akan meminta penyidik untuk melajutkan proses pelaporan Ruhut Sitompul. “Laporan ini tidak akan punah, usai Pilpres dengan segera saya akan meminta kepada penyidik untuk melanjutkan prosesnya, lihat saja, 1 – 0 telah membuktikan upaya saya yang telah berhasil membuat Sdr. @ruhutsitompul mundur dari DPR setelah digelarnya sidang MKD atas aduan saya,” tulis @adv_supyadi.

Share Button

Related Posts