December 10, 2018

Kemlu Sebut Kicauan Dubes Saudi Langgar Prinsip Hubungan Diplomatik

Osama Muhammed al-Shuaibi


intelijen – Kementerian Luar Negeri Indonesia menyesalkan kicauan yang disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama MuhammEd al-Shuaibi di akun Twitternya. Kemlu RI menyebut, kicauan itu melanggar prinsip hubungan diplomatik.

Melalui akun Twitternya yang dia tulis dalam bahasa Arab, Osamah mengatakan Reuni Akbar 212 sebagai protes umat Islam Indonesia atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

“Aksi jutaan umat Islam sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh ‘organisasi menyimpang atau sesat’ beberapa bulan yang lalu. Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI, Anis Baswedan, juga dihadiri calon Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon,” kicau Osama.

Juru bicara Kemlu RI, Arrmanantha Nassir mengatakan, ia mengetahui adanya kicauan Dubes Saudi itu sejak akhir pekan lalu. Kemlu, lanjut Arrmanantha pada hari Minggu telah berkomunikasi dengan Dubes Saudi yang sedang berada di luar negeri.

“Karena Dubes di luar negeri, hari Senin siang, 3 Desember, Wakil Dubes/Kuasa Usaha Sementara Saudi di Jakarta secara resmi dipanggil ke Kemlu,” kata Arrmanantha seperti di lansir Sindonews pada Selasa (4/12).

“Kemlu menyampaikan antara lain hal-hal sebagai berikut, menyesalkan pernyataan dalam sosmed Dubes Saudi. Susbtansi pernyataan sosmed Dubes Saudi tidak tepat. Secara etika penyampaian pernyataan seperti yang ada dalam sosmed Dubes Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik,” sambungnya.

Seperti diketahui, seorang Duta Besar tidak boleh mencampuri urusan politik dalam negeri negara tempat dia bertugas. Banyak pihak menilai kicauan Osama tersebut telah mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

Sementara itu, sebelumnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan informasi yang disampaikan Osama mengenai peristiwa pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Informasi melalui akun Twitter itu dianggap telah melampaui tugas dan tanggung jawabnya.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan, apa yang dituliskan Osama merupakan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya.

Menurut Said, Osama telah dengan sengaja menyebar fitnah dengan menuduh aksi pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu dilakukan oleh jamaah almunharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang). Padahal kata Said, terkait hal ini Gerakan Pemuda Ansor telah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan menyatakan tindakan tersebut telah keluar dari SOP GP Ansor.

Said menegaskan, PBNU dan Ansor menyesalkan informasi yang disampaikan Osama. Atas dasar itu, PBNU mendesak agar Pemerintah Arab Saudi untuk memulangkan Osama.

Share Button

Related Posts