February 17, 2019

Kemampuan Gerilya, Alasan TNI Perlu Ambil Alih Perburuan Santoso

TNI


intelijen – Undang-Undang Nomor 34 tahun 2002 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyebutkan bahwa salah tugas TNI adalah memburu kelompok separatis bersenjata dan teroris. Jadi tidak salah jika TNI perlu dilibatkan penuh dalam perburuan dan penangkapan kelompok Abu Wardah atau Santoso. Namun saat ini pemerintah memutuskan TNI membantu tugas kepolisian.

“Pada ayat 3, dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik pemerintah. Jadi sementara ini kebijakan politik pemerintah itu TNI membantu kepolisian,” kata Anggota Komisi I DPR Salim S Mengga saat dihubungi merdeka.com, Senin (28/3).

Dalam pandangannya, operasi gerilya mengejar Santoso sebaiknya ditangani TNI. Sebab TNI memiliki kemampuan dan kekuatan dalam perang gerilya.

“Idealnya ditangani tentara. Karena kepolisian itu tidak diberikan pengetahuan spesialis anti gerilya atau lawan gerilya. Gerilya ini kan tidak bermaksud menguasai wilayah, gerilya itu kan satuan kecil yang memiliki mobilitas tinggi,” bebernya.

Mantan Pangdam XVI Pattimura ini menyebutkan, keterlibatan TNI dalam operasi memburu Santoso didasarkan aspek ancaman dan lamanya waktu memburu Santoso.

“Kalau memang diperlukan untuk melibatkan pasukan elit TNI, ya kita harus libatkan untuk mempercepat pemulihan keamanan. Bisa kalau ada keputusan politik pemerintah,” tuturnya.

Anggota dewan pembina Partai Demokrat berujar, pemerintah perlu mengambil sikap tegas jika ingin menempatkan TNI sebagai garda depan keamanan negara.

“Kalau pemerintah menganggap Santoso ini sudah perlu ditangani oleh tentara, maka harus memberikan ketegasan,” ujarnya. (Merdeka)

Share Button

Related Posts