November 13, 2018

Keanehan Lion Air JT610 Sebelum Terjun Cepat ke Laut

Lion Air (ist)


intelijen – Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 yang membawa 189 orang di perairan Karawang, Indonesia, membuat penasaran para analis. Salah satunya ada keanehan mengapa pilot tidak menyatakan keadaan darurat sebelum pesawat jatuh ke laut.

Menurut laporan awal, sekitar tiga menit setelah pesawat Boeing 737 Max 8 itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Pangkalpinang, Kapten Pilot Bhavye Suneja meminta izin petugas kontrol lalu lintas udara untuk putar balik ke bandara Soekarno-Hatta.

Sepuluh menit kemudian, pesawat itu jatuh ke perairan di lepas pantai Jawa, tepatnya di perairan Karawang.

David Soucie, analis untuk CNN yang juga mantan inspektur keselamatan untuk Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat (AS) mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air. Namun, baginya ada beberapa hal yang tampak aneh.

“Apa yang paling aneh bagi saya adalah kenyataan bahwa mereka tidak menyatakan keadaan darurat,” katanya mengacu pada pilot dan kru pesawat.

“Mereka hanya berkata, ‘kami akan kembali’,” lanjut Soucie, merujuk pada komunikasi pilot yang menyatakan ingin kembali ke bandara Soekarno-Hatta.

“Tapi ketika saya melihat lintasan pesawat setelah itu, pesawat melakukan penerjunan yang sangat curam setelah itu yang tidak biasa dari apa yang akan mereka lakukan,” katanya, Selasa (30/10/2018).

“Mereka akan mempertahankan ketinggian dan membuat belokan itu dan kembali ke sana,” imbuh dia.

Konsultan penerbangan dan mantan pilot Alastair Rosenschein mengaku tidak memiliki jawaban pasti tentang apa yang menyebabkan kecelakaan itu sampai pihak berwenang Indonesia memulihkan kotak hitam pesawat.

Share Button

Related Posts