December 19, 2018

Kasus Idrus Disebut Jadi Beban Politik Golkar di Pemilu 2019

Idrus Marham


intelijen – Generasi Muda Partai Golkar Almazo Bonara berharap kasus dugaan korupsi PLTU Riau- I yang membelit mantan Sekjen Golkar Idrus Marham dapat diselesaikan dengan cepat.

Sebab, menurutnya, proses hukum terhadap Idrus akan sangat merugikan Partai Golkar dan akan menjadi beban politik jelang Pemilu 2019.

“Kami meminta KPK untuk segra bertindak tegas jika ada indikasi dan bukti kuat keterlibatan para kader partai dalam sejumlah kasus-kasus korupsi yang kini sudah ditangani oleh KPK,” kata Bonara pada TeropongSenayan, Senin (27/8/2018).

Dia meminta kasus korupsi tidak dijadikan bom waktu yang dapat digunakan untuk mengguncang Partai Golkar jelang pemilu legislatif mendatang.

Sementara, terkait ketidakpuasan sejumlah kader terhadap pemerintah atas persoalan hukum yang menimpa kader-kader Golkar, serta perbedaan pilihan politik pada Pilpres, dinilai sebagai sebuah realitas dinamika di Golkar.

Namun, Bonara menegaskan, bahwa Munaslub 2017 telah memutuskan untuk mendukungan Jokowi sebagai calon Presiden RI periode berikutnya, serta menggaungkan Golkar Bersih.

“Ini adalah konsekuensi politik yang dipertanggungjawabkan oleh Partai Golkar kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa proses pembersihan terhadap bau korupsi di tubuh Partai Golkar wajib dijalankan dengan melibatkan institusi penegak hukum, dan proses pemberantasan korupsi tidak akan mengahalangi atau mengurangi dukungan Partai Golkar terhadap pemerintahan Jokowi,” katanya.

Bonara juga menyatakan, partainya akan selalu terbuka terhadap keputusan KPK melakukan pemberantasan Korupsi. Jika memang ada kader Partai yang terlibat dalam skandal korupsi maka Golkar mendukung penuh langkah KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya melihat hingga saat ini Partai Golkar masih konsisten melakukan pembenahan dan perlawanan terhadap korupsi di dalam tubuh partai sesuai dengan jargon ‘Golkar Bersih’, walaupun sebenarnya ada keperihatinan kami yang mendalam atas persoalan korupsi yang masih melilit beberapa kader-kader terbaik partai belakangan ini,” tandasnya.(TS)

Share Button

Related Posts