March 26, 2019

Jubir Demokrat: ‘Pembebasan Ustadz Baasyir’ Hoax Terbesar Penguasa yang Disampaikan Presiden

Joko Widodo dan Ali Muchtar Ngabalin (ist)


intelijen – Pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB) dipastikan batal. Kepala Staf Presiden Moeldoko memastikan bahwa saat ini permintaan pembebasan bersyarat atas ABB tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah.

Menurut Moeldoko, ABB tidak dapat memenuhi syarat formil sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

“Iya (tidak dibebaskan). Karena persyaratan itu tidak boleh dinegosiasikan. Harus dilaksanakan,” ujar Moeldoko seperti dikutip kompas (22/01).

Batalnya pembebasan Ustadz Baasyir ini disesalkan banyak pihak, mengingat Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan pernyataan soal pembebasan ABB.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hatahaean menyebut ‘pembebasan Ustadz Baasyir adalah hoax terbesar dari penguasa yang disampaikan langsung oleh presiden. “Pembebasan Ustadz ABB adalah hoax terbesar dari penguasa yang disampaikan langsung oleh presiden,” tegas Ferdinand di akun Twitter @Ferdinand_Haean.

Uniknya, tenaga ahli di kantor Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membantah Jokowi sempat mengeluarkan statemen akan dibebaskannya Ustadz Baasyir. Hal itu disampaikan Ngabalin di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (22/01).

Politisi PAN Mustofa Nahrawardaya mengecam keras pernyataan Ngabalin itu. Aktivis Muhammadiyah ini menyatakan pernyataan Ngabalin sebagai pernyataan paling hoax sepanjang sejarah.

“Pernyataan keras LIVE Ngabalin di ILC semalam BAHWA Jokowi tak pernah keluarkan statemen akan dibebaskannya Abu Bakar Baasyir, benar-benar pernyataan paling HOAX sepanjang sejarah. Mungkin dia punya keyakinan, bahwa kesalahan kalau diteriakkan terus menerus, akan dianggap kebenaran,” tulis Mustofa di akun @AkunTofa.

Share Button

Related Posts