March 27, 2019

Jokowi Nafsu Kejar 9000T Dana Haram di Swiss, Guru Besar UI: Asbun! Siapa yang Ngajarin Jokowi?

Joko Widodo (ist)


intelijen – Pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang digelar KPK (04/11), Presiden Joko Widodo menegaskan akan mengejar para koruptor yang menyembunyikan uang hasil korupsi di luar negeri, khususnya di Swiss.

Jokowi menegaskan, pemerintah sudah melakukan langkah nyata untuk mengejar uang korupsi yang disembunyikan di luar negeri ini.

Pada Maret 2015, didampingi Menlu Burkhalter, Menlu Retno Marsudi menyatakan RI-Swiss sepakat memulai rencana negosiasi Mutual Legal Asignment (MLA). Kata Retno, perjanjian ini sangat penting khusunya bagi Indonesia. Sebab, dengan perjanjian ini harta dan aset para pelaku kejahatan yang dilarikan ke Swiss bisa disita untuk negara.

Ketika itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan, sedikitnya ada 84 WNI memiliki rekening gendut di bank Swiss. Nilainya mencapai kurang lebih US$ 195 miliar. Jauh di atas belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun.

Guru besar Universitas Indonesia (UI) Ronnie Higuchi Rusli mengingatkan soal simpanan dana WNI di negara yang menggunakan system tax heaven itu. Menurut Ronnie, pernyataan WNI menyimpan dana di perbankan Swiss itu ‘asbun’, asal bunyi.

“Pernyataan simpan duit di perbankan Swiss itu Asbun (Asal Bunyi). Menko Ekuin/Wasbang Almarhum Pak Radius pernah bilang…hanya orang bodoh taro duit di perbankan di Swiss…karena bunganya negatif artinya uangnya susut. Memang banyak orang botol di dalam kasih info uang di perbankan Swiss,” tegas Ronnie di akun Twitter @Ronnie_Rusli.

Ronnie pun mempertanyakan pihak-pihak yang mengajari Jokowi soal ada dana curian menumpuk di perbankan Swiss. “Pada sakit akibat utang LN jadi mimpi ngalor ngidul acapkali liat bank pikirnya ada uang Indonesia hasil korupsi (aka mencuri) mustinya Presiden malu kalau rakyatnya kebanyakan pencuri sampai menumpuk hasil curian Rp 9000T. Siapa yang ngajarin/ngakalin Presiden ada uang curian numpuk di Swiss?” tanya @Ronnie_Rusli.

Menurut Ronnie, utang luar negeri RI menumpuk karena mahalnya dana pembangunan infrastruktur. “Lempar isu ada uang di perbankan Swiss seolah-olah bahwa negara banyak utang LN karena banyak yg simpan duit di Swiss atau Singapore…ha ha ha…Itu semua karena mahalnya ongkos infrastruktur 1 Km berbiaya Rp400-500M,” catat @Ronnie_Rusli.

Share Button

Related Posts