December 12, 2018

“Jokowi Kumpulkan Ulama di Istana, Upaya Menjegal ‘Ijtima Ulama’ yang Dukung Prabowo”

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional (cnnindonesia)


intelijen – Upaya Presiden Joko Widodo mengumpulkan ulama dalam acara dzikir bersama di Istana, merupakan jawaban atas hasil “ijtima’ ulama” yang merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres dan Ustadz Abdul Somad atau Habib Salim Al Jufri sebagai cawapres.

Kesimpulan itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem kepada intelijen (02/8). “Ulama dikumpulkan di Istana, itu menandakan Jokowi ingin dipandang publik juga didukung ulama,” kata Alem.

Menurut Alem, ulama yang dikumpulkan di Istana tidak mengeluarkan pernyataan mendukung Jokowi. “Jokowi menggunakan politik Jawa, dan publik sudah mengetahui ulama yang dikumpulkan di Istana dipastikan dukung Jokowi dua periode,” jelas Alem.

Alem memastikan bahwa Jokowi sudah membuat jaringan ulama untuk mendukungan Jokowi dua periode. “Melalui kader-kader NU yang sejak awal sudah komitmen dukung Jokowi dua periode,” jelas Alem.

Soal dukungan Nahdlatul Ulama (NU) pada Jokowi, Alem menilai kalangan Nahdliyin terbelah. “Pernyataan KH Said Aqil yang menyatakan Ijtima’ Ulama GNPF Ulama tidak mewakili ulama, memperkuat Jokowi. Bisa dikatakan, kalangan Nahliyin mendukung Jokowi, walaupun ada sebagian yang mendukung oposisi,” papar Alem.

Diketahui, sebanyak seribu ulama dari Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) menggelar Dzikir Kebangsaan di Istana Merdeka (01/08). Dzikir yang diikuti ulama dan habaib dari berbagai daerah di Indonesia ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73.

Red

Share Button

Related Posts