February 24, 2019

Jokowi Janji ‘Pembangunan Manusia’ di Periode Kedua, Wasekjen Demokrat: Masih Mau Percaya?

Joko Widodo (kabar kampus)


intelijenJoko Widodo kembali tebar janji. Capres petahana ini berjanji akan melakukan refokus anggaran untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) secara besar-besaran, jika terpilih lagi menjabat Presiden RI periode 2019-2024.

“Ke depan kita refokus anggaran untuk pembangunan SDM secara besar-besaran. Yang namanya skill upgrading, vocational training,” kata Jokowi pada Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72 di kediaman Akbar Tanjung (05/02).

Menurut Jokowi, ada kurang lebih 67 juta masyarakat yang keterampilan dan kemampuannya harus ditingkatkan. Selain itu, ada 37 juta pekerja milenial yang harus dipersiapkan dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mempertanyakan janji Jokowi yang kesekian kali itu. “Sekarang pembangunan infrastruktur. Periode kedua pembangunan manusia”. Seolah keduanya mustahil dibangun paralel dalam skala prioritas yang adil. Tapi situ dulu juga janji tolak impor dan tolak utang. Walhasil, situ yang paling getol impor dan utang. Masih mau percaya?” tulis Rachland di akun Twitter @RachlanNashidik.

Faktanya, sampai saat ini, banyak janji Jokowi yang belum dipenuhi. Salah satunya, janji pertumbuhan ekonomi 7%. Sosiolog Universitas Indonesia Tamrin Tomagola menyebut janji Jokowi itu sebagai “Janji Jokowi tinggal janji”.

“Janji yang tidak pernah dipenuhi. Janji @jokowi tinggal janji!,” tulis Tamrin di akun @tamrintomagola mengomentari tulisan bertajuk “Janji Jokowi Ekonomi Tumbuh 7% Hanya Tinggal Mimpi”.

Pada Pilpres 2014, Jokowi berjanji akan membuat ekonomi Indonesia tumbuh hingga 7%. Namun, hingga akhir jabatannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum pernah sampai angka yang dijanjikan. Janji tersebut merupakan salah satu dari 9 program nyata Jokowi. Selain itu, dalam janjinya apabila pertumbuhan ekonomi berhasil menyentuh 7%, Jokowi ingin memberikan uang Rp 1 juta/bulan untuk keluarga miskin.

Pengamat politik Hendri Satrio mengingatkan soal janji-janji Jokowi yang tidak terpenuhi. Menurut Hendri, janji-janji Jokowi di 2014 adalah ‘kartu kemenangan’ Prabowo Subianto di 2019. “Janji-janji @Jokowi di 2014 adalah kartu kemenangan @Prabowo di 2019, kecuali… #Hensat,” tulis Hendri di akun @satriohendri.

Share Button

Related Posts