February 24, 2019

Jokowi Heran Harga Jagung Petani, Alvin Lie: Selama ini Dilapori yang Indah-indah Tapi Menyesatkan?

Joko Widodo (ist)


intelijen – Presiden Joko Widodo mempertanyakan harga jagung petani saat membagikan SK pemanfaatan perhutanan sosial sebanyak 13.976 hektare di Wana Wisata Pokland, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Seorang petani menjawab bahwa harga jagung kering hanya Rp3.500 ribu per kg. “Lho biasanya kan kalau saya baca di koran itu harganya naik sudah Rp5 ribu-Rp6 ribu,” tanya Jokowi.

Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie, mempertanyakan keheranan Jokowi atas harga jagung kering petani. “Selama ini Pak @jokowi dilapori yang indah-indah tapi menyesatkan ya?” tulis Alvin Lie di akun Twitter @alvinlie21 mengomentari tulisan bertajuk “Jokowi Heran Jagung Petani Dihargai Hanya Rp3.500 per Kg”

Pelaku usaha Iskandar Galang menanggapi pertanyaan Alvin Lie soal informasi sesat yang diterima Jokowi. “Yang ngomong itu Pak Jokowi yang sekarang Capres 01 itu Bang..bukan Pak @jokowi yang presiden itu..lhoo….😁😁..,jadi wajar dia gak tau apa-apa..karena dia bukan Pak Presiden,” tulis Iskandar di akun @kandargalang.

Sebelumnya, Ombudsman RI mengungkapkan temuan soal kebijakan impor jagung dalam empat tahun terakhir yang dilakukan pemerintah. Ditemukan fakta bahwa terdapat data yang tidak akurat, ketika impor jagung diklaim telah mengalami penurunan.

Menurut Komisioner Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih, isu poltik membuat impor jagung tidak sesuai dengan data yang diperoleh. Pasalnya, masih ada lonjakan impor jagung yang dilakukan pemerintah.

“Ada pengurangan impor menjadi 1,3 ton, tapi ternyata beberapa perusahaan pakan mengimpor gandum sampai 2 ton. Ini seolah-olah kita mencapai target swasembada, tapi ini politik pengalihan impor kepada komoditas yang tidak terlalu sensitif,” ujar Ahmad seperti dikutip sindonews (04/02).

Share Button

Related Posts