October 17, 2018

Jokowi Didesak Ambil Sikap Diplomatik pada AS Jika Benar Dukung Palestina dan Bukan Omong Kosong

Joko Widodo (ist)


intelijen – Fakta tentang pembunuhan di Jalur Gaza oleh tentara Israel telah diputarbalikkan oleh pihak Amerika Serikat. AS bahkan mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar sidang darurat, dengan alasan kelompok militan Gaza telah menghujani Israel Selatan dengan puluhan roket dan mortir.

Terkait pemutarbalikan fakta dan standar ganda AS atas Palestina, praktisi hukum Johan Khan mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil sikap diplomatik yang konkret dan efektif pada AS.

“Pemutarbalikan fakta dan standard ganda terus oleh AS. Anda Sdr. @jokowi, jika Anda betul-betul jujur dengan komitmen Anda mendukung Palestina, maka mulailah dari AS. Ambil sikap dan langkah diplomatik yang konkret dan efektif, bukan omong kosong,” tegas Johan di akun Twitter @CepJohan mengomentari tulisan bertajuk “Israel Dihujani Roket Gaza, AS Desak DK PBB Sidang Darurat”.

Sejatinya, secara khusus Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sudah mendesak beberapa negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengambil sikap atas pembunuhan di Jalur Gaza. Desakan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon kepada sejumlah petinggi negara.

Seperti dilansir dari Anadolu Agency (16/05), petinggi negara itu antara lain Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Sudan Omar al-Bashir, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani.

Erdogan menghubungi mereka setelah sebanyak 62 demonstran asal Palestina menjadi martir dan ratusan orang terluka karena terkena tembakan pasukan Israel pada Senin (14/05).

Pada Forum Parlemen Dunia di Moscow Rusia (04/06), Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mewakili Indonesia mengajak pemimpin pemimpin Parlemen Dunia bersatu untuk Palestina.

Zulkifli Hasan juga mengecam pembunuhan tenaga medis perempuan Razan Ashraf Nazzar dan orang orang tak berdosa di Palestina.

“Solidaritas untuk Palestina ini adalah solidaritas kemanusiaan : Apapun agama, suku, bangsa, dan negaranya mari bersatu agar tak ada lagi penindasan suatu bangsa atas bangsa lain. Tak ada lagi tempat untuk penjajahan di atas dunia. Titik!” tulis Zulkifli Hasan di akun Facebook.

Share Button

Related Posts