August 17, 2018

Jilbab Hitam = Mantan Wartawan Detik?

Kantor Majalah TEMPO (IST)


Kantor Majalah TEMPO (IST)

Kantor Majalah TEMPO (IST)

intelijen – Misteri di balik akun Kompasiana, “Jilbab Hitam”, terus diburu banyak pihak. Wartawan senior Ulin Ni’am Yusron, memastikan bahwa “Jilbab Hitam”, tidak lain adalah Indro Bagus Satrio Utomo, mantan wartawan media online detik.com.

Melalui akun Twitter ‏@ulinyusron, pendiri beritasatu.com itu mengungkap sepak terjang Indro Bagus, dan keterkaitan dengan kasus  penawaran saham perdana (IPO) Krakatau Steel (KS). Dalam kultwit panjang, Ulin juga mengobral latar belakang dendam Indro kepada Tempo Group, terutama Bambang Harymurti.

“Buat yg belum tahu siapa Indro Bagus Satrio Utomo adalah wartawan detik yang terbukti memeras Krakatau Steel saat IPO,” tulis @ulinyusron.

Ulin juga memaparkan klarifikasi IDEA Group. Dalam klarifikasi itu disebutkan bahwa Indro Bagus Satrio Utomo mengakui bahwa penulis akun “Jilbab Hitam” adalah dirinya. Indro yang keluar dari IDEA sejak Juli 2003, menyatakan bahwa akun “Jilbab Hitam” tidak ada sangkutpautnya dengan IDEA Group.

IDEA Group juga meminta pendiri Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI) dan KataData, Lin Che Wei untuk menarik pernyataan, mengklarifikasi dan menghapus posting dan status di sosial media, yang mengindikasikan kasus “Jilbab Hitam” dengan Bloomberg, karena media tersebut sama sekali tak ada sangkut pautnya.

Tak urung, atas postingan itu, Lin Che Wei melalui akun ‏@linchewei1 berkomentar: “@ulinyusron @depe_dp Mas Ulin. Saya Lin Che Wei – saya tdk akan menarik apapun yg sy tulis di Facebook. Siapa pemegang saham perusahaan tsb?”

Sebelumnya, Ulin mengungkapkan, bahwa dendam Indro ke Bambang Harymurti dan Tempo dimulai sejak Dewan Pers menilai Indro Bagus telah melakukan pemerasan terhadap Krakatau Steel (KS) saat IPO, 1 Des 2010. Dewan Pers menilai Indro melanggar kode etik. Indro mengakui telah meminta hak istimewa pembelian saham IPO KS. Saat itu, Bambang Harymurti menjadi anggota Dewan Pers.

Di sisi lain, akun RIB Satrio Utomo FRC ‏@indrobagus menanggapi kultwit @ulinyusron: “Anyway, twit @ulinyusron agak tendensius namun cukup obyektif, karena memang pada akhirnya Dewan Pers tidak temukan adanya pemerasan IPO KS.

Tak hanya itu, @indrobagus juga mengancam: “Too bad sampai saat ini TEMPO tak pernah ralat berita pemerasan KS, terlebih minta maaf pada saya dan jurnalis bursa lainnya. Serangan saya akan terus berlanjut hingga datang permintaan maaf. Eye for an Eye, the highest law. Berita mlintir berbalas berita mlintir.”

Share Button

Related Posts



Article Tags