July 23, 2018

“Jika Sudrajat-Syaikhu Menang, Jokowi Kalah di Tanah Sunda”

Joko Widodo (fakta)


intelijen – Upaya Presiden Joko Widodo mengundang ulama Jawa Barat ke Istana merupakan bagian dari strategi untuk memenangkan Jokowi di Tanah Sunda pada Pilpres 2019.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada intelijen (06/04). “Yang masih jadi ganjalan bagi Jokowi itu Jawa Barat. Kebanyakan warga Jabar tidak menyukai Jokowi. Untuk itu, dilakukan pendekatan dengan mengundang ulama Jabar di Istana,” kata Baidhowi.

Menurut Baidhowi, suara Jabar sangat menentukan untuk kemenangan Jokowi di Pilpres 2019. “Di Pilpres 2014, suara Jokowi kalah di Jabar,” jelas Baidhowi.

Baidhowi menilai, berdasarkan kultur politik, masyarakat Jabar resisten dengan PDIP. “Kalau Jokowi bukan kader PDIP, mungkin masyarakat akan mudah memilihnya,” papar Baidhowi.

Kata Baidhowi, pemenang Pilkada Jabar juga akan mempengaruhi suara Jokowi di Pilpres 2019. “Kalau yang menang Sudrajat-Syaikhu, suara Jokowi di Jabar bisa kalah lagi,” jelas Baidhowi.

Selain itu, kata Baidhowi, Jokowi mencoba menarik suara rakyat Jabar dengan membentuk “tim pembersihan sungai Citarum” di bawah Luhut Panjaitan. “Ini semacam peluru yang mengarah kepada Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) yang dipersepsikan tidak bekerja dalam mengatasi masalah sungai Citarum,” pungkas Baidhowi.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengundang sekitar 100 orang perwakilan ulama Jawa Barat ke Istana Negara untuk berdialog. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas berbagai hal, mulai maraknya berita bohong atau hoax hingga ekonomi umat.

“Ya, yang berkaitan dengan keumatan, (seperti) pondok pesantren, ekonomi umat, bank wakaf mikro,” kata Jokowi seusai pertemuan di Istana Merdeka (03/04).

Red

 

Share Button

Related Posts