February 24, 2019

Jika Jokowi Tak Copot Menkeu, DPR Akan Panggil Jokowi

Joko Widodo (ist)


intelijen – Ketua Komisi VI DPR RI dari fraksi PAN, Achmad Hafisz Tohir ikut bersuara terkait isu perombakan kabinet pada pemerintahan Jokowi – JK.

Bahkan Ketua Komisi VI DPR RI ini berharap agar Jokowi merombak salah satu menteri yang dinilainya kurang cakap dalam mengemban amanah.

“Menkeu kalau saya jadi Jokowi saya ganti duluan. Menkeu itu tidak paham keuangan, kecuali nyetak hutang saja sama menerbitkan ORI dan SUN. Masa dalam 10 tahun SBY hutang RI sama dengan 1 tahun Jokowi presiden,” tandas dia pada TeropongSenayan di Jakarta, Selasa (05/01/2016).

Alasannya, lanjut dia, Menkeu yang saat ini dinilai kurang kreatif dan hanya mengandalkan pinjaman dari negara lain untuk menutupi defisit keuangan negara.

“Ya ngutang lagi. Karena Menkeu ini nggak bisa nyari duit tanpa berhutang nampaknya, kreatifitasnya lemah. Buktinya pajak saja nggak sinkron. APBN defisit melampaui UU APBN. Ini kan membahayakan posisi Jokowi, bisa dipanggil Presiden ke DPR,” tegas adik Hatta Radjasa ini.

Hafisz mengatakan bahwa dirinya merasa pesimis ditahun ini apabila sektor keuangan masih ditangani oleh orang yang sama alias itu-itu saja yang belum nampak prestasinya selama ini kecuali prestasi berhutang.

“Saya pesimis Indonesia akan perkuat keuangan tanpa hutang jika Menkeunya masih dia. Kedepan pemerintah tetap akan genjot hutang untuk bangun negara. Ini sudah kuning, Iya coba saja cek di IDB atau World Bank, ada rasio nya kalau sudah dekat 50 bahaya. Nah, kita sudah lebih dari 40% loh bahaya, karena secara struktural beban hutang melampaui kemampuan bayar,” terang dia.

Dan bagi negara, lanjut dia, beban hutang ini akan mengurangi anggaran pembangunan.

“Sehingga dampaknya masyarakat akan kesulitan berkembang ekonominya,” tandas dia.

Saat ditanya apakah Indonesia akan bernasib sama seperti Yunani sebuah negara dengan kategori gagal bayar utang, Hafisz mengatakan bahwa hal tersebut sudah nampak tanda-tandanya pada Indonesia.

Namun, ada sedikit perbedaan dimana Indonesia masih stabil dalam cadangan fiskalnya, tambah dia.

“Arah kesana sudah ada. Tapi, kita struktur moneter dan fiskalnya masih baik dibanding Yunani, Spanyol ataupun Italia. Tapi bukan berarti kita bebas nimbun hutang. Nanti bisa kayak Argentina. Argentina mau menempuh ngemplang hutang karena sudah tidak kuat bayar,” ungkap dia.

Untuk itu, ada beberapa solusi yang bisa disikapi pemerintah terkait penanggulangan sektor ekonomi agar lebih stabil.

“Pertama, perkuat pangan dalam negeri, sehingga bisa kurangi import. Kedua, bangun industri berbasiskan UKM. Supaya masyarakat kuat hadapi globalisasi dan tekanan ekonomi. Ketiga, perbanyak export bahan jadi. Ke empat, percepat KTP digital atau Single Identity,” pungkas dia.(TeropongSenayan)

Share Button

Related Posts