October 18, 2018

“Jika di Hadapan Pimpinan Parpol Koalisi Saja Letoy, Bagaimana Mau Pimpin Negara?”

Joko Widodo (ist)


intelijenJoko Widodo terkesan tidak berdaya menghadapi “tekanan” pimpinan parpol koalisi pemerintah dalam menentukan cawapres di Pilpres 2019, sehingga membatalkan Mahfud MD sebagai cawapres.

Penegasan itu disampaikan pengamat politik Ahmad Yazid kepada intelijen (16/08). “Menghadapi pimpinan koalisi saja letoy, apalagi memimpin negara yang tantangannya lebih besar,” kata Yazid.

Yazid menilai, saat ini ataupun jika nanti berkuasa lagi, Pemerintahan Jokowi akan selalu dikontrol oleh pimpinan koalisi, sehingga tidak leluasa bergerak. “Misalnya saja, kalau ada elit koalisi yang terkena kasus korupsi maka Jokowi hanya diam saja. Yang ditindak hanya kasus-kasus kecil,” papar Yazid.

Secara khusus Yazid menyorot kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan. “Kasus yang belum diselesaikan yaitu Novel Baswedan. Kasus itu belum tuntas karena diduga ada keterlibatan elit di koalisi Jokowi. Novel dikenal sangat tegas terhadap semua koruptor,” jelas Yazid.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menyatakan, kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan tidak bisa dianggap kegagalan Presiden Joko Widodo di bidang hukum.

Hal itu disampaikan Arsul saat ditanyai sejumlah peristiwa hukum yang menunjukkan kurang berhasilnya pemerintahan Joko Widodo. “Enggak hanya bicara basisnya cicak-buaya, hanya karena Novel. Itu terlalu elementer,” kata Arsul seperti dikutip kompas (13/08).

Red

Share Button

Related Posts