October 22, 2017

Jangan Takut Pakai Internet, Wannacry Sudah Bisa Diatasi

WannaCry


intelijen – Pemerintah harus menenangkan masyarakat pengguna internet dengan maraknya berbagai isu dan informasi tentang cyber attack dengan segala penyalahgunaan­nya. Termasuk mengatur dengan terbuka konsumsi badnwidth per kapita.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza menyebut­kan, selain tingkat konsumsi, kecepatan akses data juga perlu diperhatikan. Sehingga semua pemangku kepentingan dalam sektor TIK (teknologi informasi dan komunikasi) memperhatikan pengembangan ketersediaan bandwidth disertai kecepatan akses.

“Kita harus perhatikan berapa akses dan kecepatan yang harus dikembangkan, karena nantinya rakyat akan memakai mobilitas itu,” ujarnya pada peringatan HUT Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), di Cafe The Pallas, SCBD, Jakarta.

Jamal juga menyoroti penggunaan bandwith konten yang makin didominasi konten lokal ketimbang internasional. “Dulu internasional itu lebih tinggi dibanding lokal. Sekarang sudah hampir setengah, traffic inter­national berkurang, yang lokal naik, karena konten-konten di Indonesia juga makin berkem­bang,” tegasnya.

Tahun ini, lanjut Jamal, APJII sendiri akan melakukan survei penetrasi internet, dan beberapa program berlabel internet ber­sama (bersih, aktif dan aman). Selain itu, mulai 2018 APJII akan memperluas keanggotaan setelah ditunjuk sebagai pen­gelola internet protocol (IP) oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Kominfo No. 32/2017.

“Selama ini kan memang APJII mengelola IP. Resminya APJII ditunjuk oleh APNIK di Australia sebagai distribusi IP ke daerah Indonesia. Satu negara hanya satu NIR. Tapi secara yuridis di Indonesia kita minta pemerintah memperkuat lagi APJII itu sebagai pengelola IP-nya,” ujarnya.

Karena APJII secara ekslusif diberi kewenangan mengelola IP, sementara IP diperlukan banyak perusahaan yang bergerak di ranah internet, anggota APJII pun bisa merentang ke banyak sektor.

“Semua yang menjadi ang­gota APJII itu pengguna IP. Bisa bank, media, vendor, perangkat, konten. Jadi PR-Nya APJII lebih gede lagi,” tukas Jamal.

Di tempat yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengimbau masyarakat agar tidak ketakutan atau fobi menggunakan internet, se­hubungan dengan serangan siber yang telah terjadi secara global beberapa hari terakhir.

Rudiantara menegaskan, ke­menteriannya telah bekerja keras melakukan sosialisasi cara menghindari ransomware Wannacry dan meminimalisasi jumlah komputer yang ter­infeksi oleh ransomware ini. “Masyarakat tidak boleh takut memakai internet,” ujar Rudiantara dalam sambutannya.

Menurutnya, seperti yang telah disosialisasikan Kemenkominfo, masalah serangan ransomware wannacry, solusinya cukup mu­dah. Yaitu, hanya dengan memu­tuskan sebentar komputer dari jaringan internet dan melakukan back up data.

Rudiantara menuturkan, pihaknya baru mendapatkan laporan dua lembaga publik yang terinfek­si ransomware wannacry, yaitu Rumah Sakit Kanker Nasional Dharmais dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Di kedua lembaga itu pun, menurutnya, penggunaan internet sudah nor­mal kembali.

Sebagai antisipasi menyebarnya serangan cyber ransomware wan­nacry, Kemenkominfo juga telah mengamankan tiga sektor strategis, yaitu layanan keuangan, transportasi, dan energi dengan men­jalin pengamanan bersama OJK, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Perhubungan.

Sumber: rmol

Share Button

Related Posts