June 22, 2018

Isu Kepulangan Rizieq Sengaja Digoreng Untuk Kepentingan Politik dan Keuntungan Materi

Habib Rizieq Shihab (ist)


intelijen – Isu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang saat ini ramai diperbincangkan dicurigai ditumpangi kepentingan kelompok tertentu.

Pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf khawatir, isu tersebut dipakai untuk mengais kepentingan politik dan keuntungan materi.

“Jadi kalau semangat Bung Eggi dan kawan-kawan mengatakan, datang memobilisasi, yang perlu dicek adalah aliran dana sebenarnya dari semua yang teriak itu,” jelas dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (18/2).

Faizal meluruskan kabar bahwa tidak benar pembentukan Persaudaraan Alumni 212 oleh Sekjen FPI Slamet Maarif merupakan arahan Presidium Alumni 212. Sebab, dua hari setelah deklarasi itu, Faizal mengumumkan ke publik bahwa Slamet Maarif dkk telah dipecat dari Presidium Alumni 212.

“Sehingga apa yang mereka lakukan tidak bisa mewakili spirit 212,” kata Faizal.

Setelah itu, kata aktivis Progres 98 ini, mereka memasang berbagai spanduk kepulangan Rizieq. Lalu menciptakan kehebohan bahwa Rizieq akan pulang ke Indonesia pada 21 Februari 2018.

“Dan kami yang masih waras ini bilang belum,” ujar Faizal.

Dia khawatir ada penerimaan-penerimaan terselubung di balik isu penyambutan Rizieq dari Arab Saudi. Apalagi isu tersebut beberapa kali digulirkan, dan tidak ada realisasinya hingga sekarang.

“Kalau mau datang, ya datang saja. Enggak usah mobilisasi orang,” pungkas dia.

Sekjen PA 212 Ustadz Hasri Harahap, menegaskan tidak ingin terlibat dalam panitia yang dibentuk oleh PA212 kelompok Ustadz Slamet Maarif itu. “Saya lebih suka dikatakan kami tidak ingin terlibat dalam PPIB,” jelasnya.

“Kalau dari kita tidak ada keterangan soal kepulangan,” sambungnya.(rmol)

Share Button

Related Posts