August 20, 2018

Inviri, Banyak Ungkap Persaingan Bisnis

Hamonangan Panggabean (dok.INTELIJEN)


Hamonangan Panggabean (dok.INTELIJEN)

INTELIJEN.co.id – Investigasi Mandiri (Inviri) perusahaan jasa telik sandi swasta yang digawangi Hamonangan Panggabean lebih menekankan data dan investigasi di lapangan. Selain itu, perusahaan ini menerima jasa konsultan politik.   

Barangkali tidak terpikir di benak Hamonangan Panggabean akan menjalani profesi sebagai telik sandi swasta. Pada awalnya ia bekerja di law firm yang mengurusi berbagai permasalahan bisnis.

Dari sinilah, ia mencoba membuka usaha jasa penyelidikan swasta. Klien yang ditangani kebanyakan terkait bisnis, walaupun tidak menutup kemungkinan masalah perselingkuhan maupun konsultan politik.

Saat ditemui INTELIJEN di sebuah kafe di Jakarta Selatan, pria lulusan perguruan tinggi swasta di Jakarta ini banyak bercerita seluk beluk bisnis maupun cara yang ia gunakan untuk menyelesaikan persoalan klien.  

Ia memberi nama perusahaannya Inviri, kepanjangan dari Investigasi Mandiri. Pertama kali perusahaan ini berdiri dengan empat orang yang mempunyai latar belakang pendidikan sarjana hukum, akuntansi, manajemen dan komunikasi.

Walaupun di komandani beberapa anak muda, perusahaan ini sudah mempunyai cabang di Surabaya dan Bali.

Kata Monang, sapaan akrab Hamonangan Panggabean, usaha ini lebih mengedepankan kecerdasan dalam menganalisa data. Ia pun tidak memungkiri dalam beberapa hal kerjanya dilakukan secara rahasia.

Ia pun membeberkan cara tim Inviri melakukan investigasi dalam menangani pencurian dalam perusahaan. Investigasi pencurian biasanya diawali teknik yang tidak menimbulkan kecurigaan dan yang paling terpenting tidak menuduh seseorang di antaranya:

Pertama, memerika arsip individu untuk dijadikan fakta. Kedua, menyelenggarakan audit khusus untuk memeriksa trend dan perubahan harga. Ketiga, pencarian arsip publik dan sumber lainnya dalam mengumpulkan fakta-fakta gaya hidup yang dicurigai.

Keempat, menyelenggarakan operasi tersembunyi lainnya. Kelima, melakukan wawancara partner bisnis yang gagal dalam bekerjasama. Keenam, mewancarai pembeli sekarang. Ketujuh, melakukan wawancara serentak terhadap pembeli yang dicurigai.

Langkah itu yang ia lakukan dalam mengungkap kasus pencurian di perusahaan leasing (pembiayaan), merupakan kasus pertama kali ia tangani.

Sambil ditemani rokok produk asing, ia melanjutkan ceritanya teknik tim Inviri yang selanjutnya digunakan. Kata Monang, saat memulai investigasi kecurangan acapkali mengembangkan teori tentang tipe kecurangan seperti apa yang akan terjadi, siapa kira-kira pelaku yang mungkin dijadikan tersangka, motivasi apa yang menjadi dasar pelaku tersebut dan berapa banyak yang mungkin pelaku tersebut ambil.

Lanjut Monang, salah satu untuk memperkuat teori ini adalah menggunakan grafik kelemahan sebagai alat untuk menangani semua aspek dari kecurangan. Grafik kelemahan mengkoordinasi berbagai elemen yang memungkinkan terjadinya kecurangan antara lain:

Pertama, aset yang diambil atau dijual, Kedua, individu yang mempunyai kesempatan mencuri. Ketiga, metode investigasi pencurian, Keempat, kemungkinan penyembunyian.

Kelima, kemungkinan pengubahan. Keenam, peninjaun gejala Ketujuh, tekanan yang mungkin dilakukan pelaku. Kedelapan, kunci dari pengendalian internal yang telah bersepakat pada pencuri.

Dalam menangani kasus seperti ini yang tidak bisa dilupakan adalah pengumpulan data elektronik. Mungkin saja, data ini tersimpan dalam database perusahaan, data pribadi atau email server. Jika data tersimpan dalam database perusahaan harus minta ijin administrator untuk dapat mengakses data.

Banyak data yang dicari di laptop atau komputer pribadi karyawan. Langkah yang harus diambil meminta ijin untuk mengambil hardware laptop atau komputer pribadi tersebut.

Persaingan Usaha

Inviri pun pernah menangani kasus persaingan usaha, di mana dua perusahaan di bidang konstruksi akan melakukan kerjasama. Kebetulan perusahaan konstruksi A menyewa Inviri untuk melakukan penyelidikan kualitas perusahaan konstruksi B.

Sebelumnya perusahaan konstruksi B mengadakan pertemuan dengan perusahaan konstruksi A. Dalam pemaparannya perusahaan konstruksi B mempunyai keahlian dalam bidang konstruksi jembatan, gedung bertingkat.

Bahkan beberapa kali telah memenangi beberapa tender dalam mengerjakan proyek pemerintah maupun pihak asing. Selain itu, disebutkan perusahaan konstruksi B telah mendapat penghargaan dari pemerintah karena dinilai sebagai perusahaan yang berprestasi.

Presentasinya menyebutkan bank yang menjadi rekanan perusahaan konstruksi B telah memberikan kepercayaan dan penghargaan karena tepat dalam pembayaran.

Bagaimana Inviri melakukan penyelidikan? Pertama kali yang dilakukan mengumpulkan data terkait kondisi keuangan perusahaan konstruksi B. Untuk mendapatkan data tersebut Inviri menghubungi staf keuangan perusahaan tersebut.

Kata Monang, sebelumnya pihak Inviri sudah menyelidiki staf yang memegang data keuangan. “Biasanya kita melakukan pendekatan secara kekeluargaan karena staf tersebut berkawan atau alumni dengan agen Inviri.”

Selain itu, Inviri juga “menanam” orang-orangnya di perusahaan yang akan diselidiki. Mereka ditempatkan di keuangan, office boy maupun perbankan(OB).

Dalam kerjanya Inviri berjalan sesuai dengan rel hukum. “Walaupun kami melakukan pengintaian tapi tidak pernah menjebak target.”

Dalam perkembangan penyelidikan Inviri keuangan perusahaan kontruksi B sangat sehat. Begitu juga data perbankan menunjukkan perusahaan konstruksi A sangat tepat dalam pembayaran hutang. Setelah melakukan penyelidikan sekitar lima hari, pihak Inviri melaporkan hasilnya ke perusahaan konstruksi A.

Para manajer dan direktur perusahaan konstruksi A sangat puas dengan kerja Inviri dan akhirnya dua perusahaan konstruksi ini melakukan kerjasama.

Mereka yang “ditanam” ini masuk dalam informan yang bersifat sebagai saksi dan tidak secara kontinyu jasanya dipergunakan dalam investigasi-investigasi lainnya.

Menurut pendiri Inviri, dalam menangani perkara persaingan usaha, investigasi biasanya dilakukan dua hal, yaitu conduct dan effect.

Conduct umumnya dilakukan sebagai suatu corporate action dan bukan perilaku personal, sedangkan effect adalah dampak yang diakibatkan oleh conduct tersebut pada pasar bersangkutan.

Oleh karena itu observasi dalam investigasi perkara persaingan usaha lebih diarahkan pada document study dan market observation.

Melalui document study dapat diketahui kronologis suatu corporate action, tujuan yang hendak dicapainya, resources yang digunakannya, dan berbagai konsiderannya.

“Melalui market observation kita dapat mengidentifikasi pergerakan harga barang dan atau jasa, trend penjualan atau pembelian dari suatu pelaku usaha dalam kurun waktu tertentu, sehingga dapat kita identifikasi kausalitas antara effect yang terjadi di pasar dengan conduct oleh suatu pelaku usaha,” ungkap Monang.

Konsultan Politik
Inviri juga menerima jasa konsultan politik dan menawarkan lima jenis paket yang bisa dipilih sekaligus atau satu per satu. Pertama, riset politik. Tujuannya, membaca peta awal kekuatan. Biasanya dikerjakan enam bulan sebelum hari pemilihan. Riset ini terdiri dari survei pemilih, wawancara elit, analisis media, dan focus group discussion

Kedua, peta pemenangan. Paket ini berisi langkah praktis terkait dengan hasil survei politik. Ketiga, pelatihan juru kampanye. Keempat, pendampingan membentuk media center. Kelima, pendampingan kandidat setelah terpilih. Monang juga menjamin hasil risetnya kredibel. “Kami memberikan the truth. Kalau asal bapak senang, kami bisa hancur,”  ujarnya.

Tidak semua kandidat diusulkan tetap maju. Ada tiga rekomendasi hasil riset. Pertama, kandidat tetap jadi calon kepala daerah. Kedua, disarankan jadi wakil saja dan dicarikan pasangan yang tepat.

Ketiga, jadi king maker saja dan konsultan akan mencarikan kandidat yang tepat didukung. Menurut Monang, pernah ada kandidat yang panas karena merasa dirinya populer tetapi survei menyarankan untuk jadi wakil saja.

Bagi kandidat pilkada atau caleg, survei memang diakui penting untuk memprediksi persepsi publik. “Hasil survei kami gunakan untuk membuat strategi kampanye dalam mendongkrak perolehan suara,” kata Monang.

Monang juga merahasiakan surveyornya. “Objektivitas warga yang disurvei bisa terpengaruh kalau mengetahui survei dipesan kandidat tertentu,” ia menambahkan. Bagaimana bila menurut survei popularitas jagonya jeblok? “Mereka bekerja secara ilmiah, apa pun hasilnya kami terima,” Kata Monang. (repro INTELIJEN Nomer 16/Tahun VI/2009)

Share Button