February 24, 2019

Ini Level ‘Kebohongan’ Janji Kampanye Jokowi: Bohong Besar, Janji tak Utang tetapi Prakteknya Utang

Joko Widodo (tribunnews)


intelijen – Perdebatan soal kebohongan janji kampanye semakin sengit menjelang Pilpres 2019. Kubu capres petahana Joko Widodo tetap bertahan pada diksi bahwa janji kampanye yang belum terealisasi tidak termasuk kebohongan.

Menyikapi perdebatan yang semakin sengit, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, membuat kategori tingkatan kebohongan janji kampanye. Level kebohongan menurut Said Didu terbagi menjadi empat. Yakni, terealiasi; belum terealisasi; bohong: dan bohong besar.

Janji kampanye yang pelaksanaannya bertolak belakang dengan janji, menurut Said Didu, masuk kategori bohong besar. Dalam hal ini janji tidak akan impor tetapi prakteknya impor termasuk bohong besar. Demikian juga janji tidak akan utang.

“Kategori ‘kebohongan’ janji kampanye : 1) TEREALISASI. Dilaksanakan, target tercapai. 2) BLM TEREALISASI. Dilaksanan, target tdk tercapai. 3) BOHONG : Janji tidak dilaksanakan. 4) BOHONG BESAR : pelaksanaan bertolak belakang dg janji, spt janji tdk akan impor dan tdk akan utang,” tulis Said Didu di akun Twitter @saididu.

Sebelumnya, dalam diskusi bertajuk “Jejak-jejak Kebohongan Jokowi?” yang digelar di Seknas Prabowo-Sandi (22/01), Said Didu mengupas janji kampanye Jokowi jelang Pilpres 2014.

Menurut Said Didu, Jokowi pernah berjanji pemerintahannya tidak akan impor dan tambah utang luar negari. Namun faktanya, pemerintahan Jokowi melakukan impor dan menambah utang luar negeri.

“Janji yang tidak dilaksanakan adalah bohong, atau melaksanakan hal yang sebaliknya. Contoh, ‘saya (Jokowi) tidak akan impor’ ternyata impor. Kedua tidak akan utang ternyata utang,” kata Said Didu seperti dikutip detik.com (22/01).

Said Didu membeberkan janji kampanye Jokowi 2014. Jika pada 2014 Jokowi berjanji tidak akan impor, saat ini Pemerintah telah melakukan impor beras hingga jagung. Bahkan tahun ini rencananya pemerintah akan kembali impor jagung 30 ribu ton, setelah impor 100 ribu ton di 2018.

Secara khusus Said Didu menyoal pendukung Jokowi yang menyatakan bahwa Jokowi tidak berbohong tetapi hal itu merupakan janji yang belum terealisasi. “Jadi kata mereka selalu Ppak Presiden tidak bohong. Itu janji yang belum terealisasi’. Janji yang tidak terealisasi adalah pelaksanaan program tapi tidak mencapai target,” kata Said Didu.

Share Button

Related Posts