February 17, 2019

Ini Fakta Terbaru Kasus Mesum Eks Pejabat BPJS TK

Diduga korban pelecehan seksual oleh Dewan Pengawas BPJS TK (tengah) bersama Kuasa Hukumnya Heribertus (kiri) di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat (2/1)/kumparan


intelijen – Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan mantan Anggota Dewan BPJS Ketenagakerjaan (TK) Syafri Adnan Baharuddin masih terus bergulir. Setelah Syafri Adnan mengundurkan diri dari jabatannya, terduga korban mulai membawa masalah ini ke ranah hukum. Perempuan yang sempat jadi sekretaris Syafri Adnan juga kembali buka suara.

Berikut sejumlah fakta baru seperti dilansir dari kumparan dalam kasus dugaan pemerkosaan ini.

1. Syafri Adnan Resmi Dilaporkan

Syafri Adhan resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh eks sekretarisnya. Laporan diterima polisi dengan nomor STTL/003/I/2019/Bareskrim.

Dalam surat tanda laporan tertulis nama Syafri Adnan Baharuddin sebagai terlapor. Pasal yang disangkakan Pasal 294 Ayat 2 KUHP tentang perbuatan cabul yang dilakukan atasan terhadap bawahannya.

“Intinya di pasal itu adalah pejabat yang melakukan perbuatan cabul terhadap bawahannya seperti itu,” kata kuasa hukum pelapor Heribertus S. Hartojo di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Heribertus mengaku memiliki sejumlah bukti seperti screenshot chat WhatsApp antara Syafri Adnan dan korban. Namun, Ia enggan membeberkannya lebih lanjut.

“Nanti kita ada saksi terus chat WA dan bukti lain berupa surat. Kemarin kami sifatnya konseling. Sekarang sudah resmi,” tandasnya.

Sebelum dilaporkan, Syafri juga berencana membawa tuduhan yang menyasarnya ke ranah hukum. Dia merasa telah difitnah mantan stafnya. Hanya saja, hingga berita ini ditayangkan dia belum melapor balik.

Share Button

Related Posts