October 20, 2018

Inggris: Al-Shabab Berencana Serang Djibouti

Seorang sniper pasukan AS menempati sebuah bekas menara pengendali bandar udara di sebuah kawasan kekuasaan kelompok militan Al Shabab di Somalia.


Intelijen – Pemerintah Inggris, Kamis (12/6/2014), memperingatkan kelompok militan Somalia, Al-Shabab tengah merencanakan serangan ke Djibouti yang terletak di kawasan Tanduk Afrika.

“Terdapat laporan yang kredibel terkait rencana Al-Shabab untuk menyerang sejumlah target di Djibouti, termasuk sejumlah kepentingan Barat,” demikian Kementerian Luar Negeri Inggris.

Pasukan Djibouti saat ini menjadi bagian tentara Uni Afrika yang memerangi Al-Shabab di Somalia. Pelabuhan Djibouti kini menjadi basis penting kapal-kapal tempur yang menggelar operasi anti-bajak laut Somalia.

“Kepentingan Barat dan Djibouti kemungkinan bakal menjadi target utama Al-Shabab karena negara itu mendukung pemerintah Somalia dan berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian Uni Afrika,” tambah Kemenlu Inggris.

Bulan lalu, satu orang tewas dan sejumlah orang lainnya terluka dalam dua serangan bom bunuh diri di sebuah restoran. Itu merupakan serangan partama di Djibouti yang diklaim Al-Shabab, sejak negeri itu bergabung dengan pasukan Uni Afrika pada 2011.

Al-Shabab saat itu juga mengatakan serangan tersebut juga menjadi balasan karena Djibouti menjadi rumah bagi pangkalan militer AS terbesar di Afrika.

Pangkalan militer AS di Djibouti biasanya digunakan untuk mendukung semua operasi militer AS di kawasan Afrika, termasuk serangan drone di Somalia. Selain AS, Perancis yang juga adalah mantan penjajah Djibouti memiliki pangkalan militer di negeri kecil tersebut.

Pekan ini, pemerintah Inggris juga merilis peringatan terkait ancaman terorisme untuk warga di negara-negara Afrika Timur termasuk Etiopia, Djibouti, Kenya dan Uganda, yang semuanya mengirim pasukan ke Somalia, khususnya saat menyaksikan Piala Dunia.

Empat tahun lalu, saat final Piala Dunia 2010 digelar, Al-Shabab meledakkan dua restoran di ibu kota Uganda, Kampala yang menewaskan sedikitnya 76 orang.

Sumber: Kompas

Share Button

Related Posts



Article Tags