August 19, 2018

Indonesia Didenda Rp278 Miliar Gara-Gara Telat Bayar Sewa Satelit

Satelit


intelijen – Pemerintah Indonesia harus membayar USD20 juta atau sekira Rp278,8 miliar terkait denda kepada Avanti, perusahaan operator satelit asal Inggris.

Hal ini dikarenakan Indonesia telat melakukan pembayaran sewa satelit.

Dilansir Spacenews, Indonesia melalui kementerian pertahanan meminjam satelit Artemis milik Avanti pada November 2016 untuk mencegah hilangnya spektrum L-band pada 123 derajat slot orbit timur yang sebelumnya dipegang Garuda-1, satelit Indonesia berusia 15 tahun yang tak aktif di 2015.

Indonesia setuju untuk membayar Avanti sebesar USD30 juta untuk relokasi dan penggunaan satelit Artemis, tetapi pemerintah berhenti membayar setelah menyerahkan sebesar USD13,2 juta.

Setelah berbulan-bulan tanpa pembayaran, Avanti mengambi langkah arbitrasi dengan kementerian pertahanan Indonesia pada Agustus lalu. Pada November, dengan tidak adanya pembayaran untuk satelit berusia 16 tahun itu, Avanti menghentikan Artemis.

Pada 6 Juni, pengadilan arbitrasi Inggris memutuskan bahwa kementerian pertahanan Indonesia berhutang USD20 juta kepada Avanti dan diberikan batas waktu pembayaran hingga 31 juli.

Pada Mei, kementerian pertahanan mengatakan bahwa pihaknya berhenti melakukan pembayaran untuk satelit Artemis lantaran tidak memiliki uang untuk membayar. Hilangnya slot L-band, akan menurunkan kemampuan pertahanan negara.

Di bawah International Telecommunication Union (ITU), Indonesia kehilangan slot L-band bila mengosongkannya selama tiga tahun.

Satelit komunikasi L-band umumnya dipakai untuk menghubungkan kapal maritim. Dengan adanya slot orbit satelit ini dinilai penting bagi negara kepulauan terbesar yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau.

Share Button

Related Posts