October 17, 2018

Indef: Faktor Global Masih Hambat Laju Penguatan Rupiah

Rupiah (ist)


intelijen – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menuturkan, setelah kenaikan suku bunga acuan maka rupiah diprediksi menguat di bawah Rp14.000/USD untuk jangka pendek.

Namun, efek penguatan rupiah dirasa kecil karena sebelumnya pelaku pasar telah melakukan price in atau memasukkan faktor kenaikan bunga acuan yang kedua ke harga saham.

“Jadi meskipun BI menaikkan bunga acuan lagi di RDG tambahan pelaku pasar tidak terlalu surprise,” ungkap dia saat dihubungi, Rabu (30/5/2018).

Menurut dia, yang menjadi perhatian utama pasar adalah melihat sinyal berapa kali BI akan menaikkan suku bunga acuan sampai akhir tahun. “Apakah benar benar preemptive mengantisipasi setiap naiknya Fed rate atau lebih longgar?” tuturnya.

Kemudian, pelaku pasar menurutnya juga mencermati langkah lain yang mungkin diambil BI sebagai bentuk stabilisasi rupiah. Dia melanjutkan, faktor global bisa menjadi penghambat laju penguatan rupiah salah satunya karena instabilitas politik dan ancaman krisis keuangan di Italia. Selain Italia, imbuh dia, ada Turki dan Argentina yang dikhawatirkan memicu krisis sistemik global.

“Negosiasi AS dan China belum menemui titik terang dan berpotensi melanjutkan trade war serta keputusan OPEC yang berpengaruh ke harga harga komoditas. Sampai pekan depan rupiah dan mata uang di Asia masih mixed,” ungkapnya.

Sumber: Sindonews

Share Button

Related Posts